Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Berawal dari Hobi, Idayani Lahirkan Jajan Kering Tradisional yang Disukai Banyak Orang di Lombok Timur

Supardi/Bapak Qila • Senin, 16 Desember 2024 | 11:03 WIB

 

PEREMPUAN BERDAYA: Idayani, pembuat jajan tradisional Lombok bersama produk jajanan yang dibuatnya.
PEREMPUAN BERDAYA: Idayani, pembuat jajan tradisional Lombok bersama produk jajanan yang dibuatnya.

Idayani menangkap peluang bisnis dengan baik.

Berawal dari jajanan Lebaran yang rutin dibuatnya, perempuan asal Lombok Timur (Lotim) ini melahirkan beragam produk penganan kering tradisional dengan jenama Desnalida.

----------------------

Bagi pecinta kue kering di Lotim, tentu mengenal nama jajanan tradisional Desnalida, panganan milik Idayani, warga Lingkungan Peresak Barat, Selong.

Usahanya ini bermula dari hobinya membuat jajanan Lebaran untuk keluarga.

”Dari sana diceritakan ke tetangga, teman-teman dari mulut ke mulut, kemudian banyak dari luar keluarga yang pesan,” beber Idayani, Minggu (15/12).

Tawaran yang semakin banyak membuat Idayani menyeriusi usaha jajanan Lebaran.

Di awal usahanya, ia menjual produknya menggunakan plastik biasa. Tidak dikemas. Juga belum ada mereka Desnalida.

Perlahan, pada 2013, usaha Idayana masuk dalam radar Dinas Koperasi dan UMKM Lotim.

Ia dibimbing dan dilatih, agar produk yang dihasilkan tidak hanya enak dari segi rasa, tapi juga kemasannya harus menarik.

”Kalau puasa bisa buat 25 macam. Tapi hari biasa hanya 15 macam saja, seperti kuping gajah, kaliadem, keciput, rempeyek, laderan, kacang telur juga,” sebutnya.

Idayani menerangkan, usahanya ini bukan sekadar untuk mencari pemasukan semata.

Tapi juga agar jajanan tradisional Lombok bisa tetap eksis. Dinikmati segala usia.

Apa yang diinginkan Idayani berjalan dengan baik.

Jajanan tradisionalnya laku keras di pasaran. Rasa dan harganya dicintai ibu-ibu.

Desnalida bahkan dipasarkan di toko-toko besar di Lotim.

”Kami juga sudah diminta Indomaret untuk memasukkan produk ke sana. Tapi, kami belum siap karena harus produksi banyak,” jelasnya.

Kata Idayani, usahanya berkembang pesat setelah bergabung dengan Asosiasi Pengusaha Mikro, Kecil, dan Menengah Mandiri Indonesia (APMIKIMMDO).

Melalui asosiasi, Idayani bisa berjualan pada event-event internasional, seperti MotoGP Mandalika.

”Mudah-mudahan jajanan Lombok ini bisa mendunia dan tetap eksis di tengah gempuran jajanan modern. Mudah-mudahan tahun depan saya bisa merekrut lebih banyak lagi karyawan supaya bisa membantu pemerintah menciptakan lapangan kerja,” tutupnya. (Supardi/r11)

Editor : Kimda Farida
#UMKM #Eksis #kering #Jajan #lebaran #produk #produksi #kerja #lapangan #Lotim #tradisional