LombokPost-Guna mengoptimalkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Timur (Lotim) meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Perpajakan Daerah (SIPDAH).
”Aplikasi ini akan memberikan kemudahan bagi wajib pajak untuk menjalankan kewajibannya mereka dalam membayar semua jenis pajak,” terang Pj Bupati Lotim H M Juaini Taofik saat peluncuran aplikasi SIPDAH, Rabu (8/1).
Dengan aplikasi ini, wajib pajak dapat melakukan pembayaran secara daring, memantau situs pembayaran dan mendapatkan bukti pembayaran elektronik. Tujuan utamanya memberikan pelayanan terbaik bagi wajib pajak di Lotim.
Selain memberikan kemudahan bagi wajib pajak, aplikasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan PAD Lotim pada 2025 ini. Dengan data yang lebih akurat dan terintegrasi. Sehingga Pemkab Lotim dapat melakukan perencanaan dan penganggaran yang lebih efektif.
”Aplikasi ini juga akan membuat pembayaran pajak lebih transparan, efisiensi dan melakukan monitoring,” jelasnya.
Kata dia, tantangan ke depan, bagaimana memaksimalkan potensi pajak dan retribusi daerah di tengah ketidakpastian global. Terlebih di tahun 2025, kondisi ekonomi tidak bisa diprediksi secara pasti. Namun, dengan aplikasi ini Pemkab Lotim telah memiliki alat untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan pajak.
Kepala Bapenda Lotim Muksin menyampaikan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan pengelolaan pajak daerah. Melalui aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan capaian PAD di tahun ini.
“Kami harap aplikasi ini akan memudahkan wajib pajak dalam menunaikan kewajiban mereka,” ucapnya.
Melalui SIPDAH, masyarakat bisa membayar pajak bumi dan bangunan, perdesaan dan perkotaan (PBB-P2), pajak hotel, pajak restoran dan pajak hiburan. Pembayaran pajak melalui aplikasi ini diyakini akan lebih terintegrasi dan mudah.
Data wajib pajak juga dapat dipantau real time. Sehingga memudahkan pengawasan dan penagihan pajak. Target PAD tahun 2025 ini sebesar Rp 521 miliar. Target ini lebih rendah dari tahun 2024 sebesar Rp 605,8 miliar.
”Dari target tahun 2024 itu yang tercapai hanya Rp 486 miliar. Mudah-mudahan keberadaan aplikasi ini capaian kita bisa meningkat lagi,” tutupnya. (par/r11)
Editor : Rury Anjas Andita