Kafe Balenta bukan sekadar tempat nongkrong dan ngopi.
Kafe yang berada di Lombok Timur ini, lahir untuk menampung sekaligus tempat belajar anak-anak muda yang tidak punya pekerjaan.
Mampu melahirkan barista profesional dan dikirim ke luar negeri. Berikut ulasannya.
--------------------------
Tidak jauh dari Polres Lombok Timur (Lotim), sebuah kafe terlihat begitu ramai dengan anak-muda. Desainnya cukup sederhana, namun rapi dan bersih.
Tempatnya tidak terlalu luas, tetap tetap estetik. Lampu hias yang terpasang menambahkan kehangatan di sekitar kafe.
Namanya Balenta Cafe. Lokasinya berada di Lingkungan Seruni, Kelurahan Sandubaya, Kecamatan Selong.
Sepintas kafe ini hanya tongkrongan anak muda biasa. Sama seperti tongkrongan pada umumnya. Yang menawarkan kopi dengan berbagai varian rasa dan berbagai menu makanan.
Namun Balenta memiliki kelebihan.
Pemilik kafe ini memiliki kepedulian terhadap anak muda, terutama mereka yang tidak punya pekerjaan.
Owner Balenta Cafe Irawan Rozani menceritakan, kafe ini dibuat tahun 2020 lalu, bermula dari keprihatinannya melihat anak-anak muda di lingkungan sekitar rumahnya, yang kebanyakan nongkrong bermain game.
”Awalnya saya buat warung kopi biasa di rumah, di Labuhan Haji di dekat pantai. Itu saya buat sebagai tempat anak-anak muda di rumah bekerja dan nongkrong sambil belajar,” beber Irawan, Minggu (12/1).
Warung kopi itu lantas bertransformasi menjadi kafe.
Sejak itu, ia mencari dan menjaring anak-anak muda di sekitarnya untuk bekerja.
Namun, dari puluhan anak-anak muda yang direkrut hanya beberapa yang bertahan dan betul-betul ingin berproses.
Anak-anak muda yang bertahan itu, kemudian dimasukkan ke Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur (Lotim) untuk mengikuti pelatihan Barista.
Agar mereka memiliki kompetensi dan menjadi peracik kopi profesional.
Setelah pelatihan, Irawan menjadi Balenta Café sebagai tempat anak-anak muda tersebut berpraktik.
”Bagi mereka yang mau membuat usaha kopi, saya fasilitasi kontainer dan modal. Kalau mereka mau membuka usaha kopi keliling saya juga siapkan gerobak. Di manapun mereka mau buka dan bagaimana pun sistem yang mereka mau, saya siap dukung asal mereka mau bekerja saja,” katanya.
Pada tahun pertama berjalan, ia memiliki tiga orang karyawan dari anak-anak muda yang telah dilatih tersebut.
Tamu-tamu yang datang sangat suka dengan kopi buatan mereka, seperti Balenta Coffee dan Americano.
Setelah dinilai semakin mahir, karyawannya ia kirim ke Arab Saudi untuk bekerja sebagai Barista.
Dengan niatan agar penghasilan mereka bisa lebih banyak dan mencari modal untuk membuka lapangan pekerjaan, ketika pulang nanti.
”Alhamdulillah sejauh ini sudah ada tiga yang berangkat ke Arab Saudi. Kita bantu pemberangkatan mereka,” ujarnya. (Supardi/r11)
Editor : Kimda Farida