LombokPost-Sebanyak 13 sekolah di Kecamatan Sakra, Lombok Timur (Lotim) memulai program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (13/1).
Di hari pertama, pelajar antusias menyambutnya.
”Dari pagi mereka sudah menunggu dan tidak sabar untuk menyantap makanan,” terang Imanuddin Kepala Sekolah SDN 2 Rumbuk Timur, Kecamatan Sakra, Senin (13/1).
Dijelaskan pada awal pelaksanaan program ini, pihak sekolah belum bisa memberikan catatan dan masukan pelaksanaan MBG tersebut.
Ia melihat program ini berjalan sesuai dengan harapan dan rencana sebelumnya.
Total siswa yang mendapatkan makanan di SDN 2 Rumbuk Timur sebanyak 333 anak.
Pada hari pertama ini, ia juga mengaku para siswa suka dengan menu yang disajikan. Yakni berupa nasi, tempe, telur, sayur daging, dan buah-buahan.
”Tetapi untuk air minumnya kita sisipkan sendiri, nanti mungkin disiapkan juga. Itu saja sih kekurangannya tidak ada air disiapkan. Tetapi bagi kami tidak masalah,” katanya.
Sementara untuk jam pengantaran makanan dinilainya sudah pas, pada 9.30 Wita, sehingga semua siswa bisa menikmati secara bersamaan.
”Pemberian makanan ini dijadwalkan selama lima hari kerja, mulai dari hari Senin-Jumat, menyesuaikan dengan hari kerja kantor,” tutupnya .
Kepala SDN 1 Keselet Rapi’in menyambut baik program tersebut. Program ini diharapkan dapat meningkatkan semangat anak-anak dalam belajar dan gizi anak terpenuhi.
Ia memberikan catatan kepada pelaksana MBG di hari pertama. Yakni terkait waktu pengantaran agar bisa dipercepat.
Mengingat jam pulang anak SD berbeda dengan anak SMP. Bahkan di SD juga jam pulang siswa tidak bersamaan di tiap kelasnya.
Jam pengantaran makanan di SDN 1 Keselet di hari pertama pada pukul 11.30 Wita. Sementara siswa kelas 1 sudah seharusnya pulang. ”Sehingga kami terpaksa harus menahan dulu anak-anak kelas satu pulang, sebelum mereka makan,” katanya.
Terkait keterlambatan ini sudah disampaikan kepada penyelenggara program tersebut, agar waktu pengantaran bisa dipercepat. Namun pihaknya memaklumi keterlambatan ini, karena merupakan hari pertama.
Terpisah, Kepala SMPN 2 Sakra Hj Patriah mengapresiasi program tersebut. MBG dapat meningkatkan konsentrasi siswa saat belajar.
Mengingat sebagian besar siswa jarang sarapan dari rumah. sehingga sebagian besar anak belajar dalam kondisi perut kosong.
”Kami sangat bersyukur SMPN 2 Sakra menjadi salah satu sekolah sasaran program MBG,” ujarnya.
Menu MBG yang diberikan juga sudah pas dan lengkap.
Makanan yang diberikan dapat memberikan nutrisi yang cukup bagi siswa. Wadah yang digunakan juga cukup baik, berupa stainless, sehingga tidak menimbulkan sampah setelah selesai makan.
”Pembagian makanan langsung di dalam kelas dan makan juga di dalam kelas. Mereka makan bersama-sama. Jumlah siswa kita 705 orang dan semuanya dapat,” tandasnya. (par/r11)
Editor : Kimda Farida