Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dukcapil Lotim Sisir Masyarakat Tak Punya Adminduk Lewat Program Tuak Manis

Supardi/Bapak Qila • Kamis, 23 Januari 2025 | 09:30 WIB

 

REKAM: Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Lombok Timur (Lotim) saat mendatangi salah seorang warga di Desa Aik Dewa yang tidak memiliki Adminduk.
REKAM: Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Lombok Timur (Lotim) saat mendatangi salah seorang warga di Desa Aik Dewa yang tidak memiliki Adminduk.

LombokPost-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Lombok Timur (Lotim) terus menyisir masyarakat yang belum memiliki dokumen kependudukan. Terutama masyarakat marginal, disabilitas, lanjut usia (lansia), dan sakit parah.

“Kami punya program namanya Tuntas Administrasi Kependudukan untuk Masyarakat Marginal dan Disabilitas (Tuak Manis ). Melalui program ini kami langsung turun ke rumah masyarakat yang tidak bisa datang ke pelayanan, untuk perekaman adminduk,” terang Sekretaris Dukcapil Lotim Arfany M Masani, Selasa (21/1).

Program ini bertujuan membantu masyarakat, terutama kategori lansia, sakit, dan difabel yang tidak bisa menjangkau pelayanan. Seperti yang dialami tiga warga Desa Aik Dewa, Kecamatan Pringgasela.

Ketiganya merupakan warga lanjut usia, yang tidak memiliki Adminduk. Baik berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Bahkan data kependudukan mereka tidak  terdeteksi sama sekali.

“Ada tiga yang kita datangi hari ini. Ada satu warga tidak memiliki dokumen sama sekali, karena berdasarkan informasi, dia hilang sejak 30 tahun lalu dari rumahnya, dan baru ditemukan kemarin. Semua dokumen kependudukannya sudah tidak ada,” ujarnya.

Diingatkan, adminduk merupakan kebutuhan dasar dan syarat utama untuk mengakses layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, hingga bantuan sosial.

Dalam pelaksanaan Program Tuak Manis ini, kendala yang kerap dihadapi ialah keterbatasan sumber daya manusia dan jaringan internet.

“Kami hanya memiliki satu tim untuk menjangkau seluruh wilayah di Lotim. Kemudian kami juga kerap mengalami gangguan jaringan terutama di daerah-daerah yang sulit diakses,” katanya.

Selain itu, kondisi fisik warga yang sedang sakit, ODGJ, juga menjadi kendala dalam perekaman adminduk. Sehingga harus berkoordinasi dengan keluarga dan pemdes untuk proses perekaman.

Melalui program ini Dukcapil hendak memastikan semua masyarakat di Lotim memiliki dokumen kependudukan.

Selain itu Dukcapil juga telah menyiapkan berbagai program layanan lainnya untuk menyasar masyarakat yang tidak memiliki adminduk. Seperti program Bakso (Bikin Administrasi Kependudukan Secara Online) dan SI Cantik (Suami Istri Catat Nikah Tuntas Identitas Keluarga). Ada juga Pocong Sakti dan berbagi inovasi lainnya.

“Dengan adanya inovasi yang kami buat ini, kami harapkan seluruh masyarakat Lotim dapat mengakses pelayanan Adminduk. Sehingga tidak ada lagi masyarakat kita yang tidak terdata,” pungkasnya.

Kepala Desa Aik Dewa Sosiawan Putra sangat mengapresiasi program dan berterima kasih kepada Dukcapil Lotim karena langsung turun menyasar masyarakat.

“Terima kasih banyak kami ucapkan kepada Dukcapil sudah sigap membuat warga kami yang tidak memiliki Adminduk. Karena tanpa Adminduk ini kami juga kesulitan untuk memberikan bantuan,” ujarnya.

Diceritakan, salah satu warganya atas nama Salim, berusia 90 tahun sudah hilang selama 30 tahun lebih.

Sehingga semua data kependudukannya tidak ditemukan di desa. Selama ini warga tersebut hidup mengembara di desa orang. Ia tinggal berpindah-pindah dari satu desa ke desa lain.

Salim pertama kali ditemukan setelah salah seorang warga Desa Paokmotong memposting fotonya saat pingsan di pinggir jalan, sehingga salah satu keluarganya mengenalinya.

Kemudian dia dibawa pulang. Namun saat di identifikasi Adminduknya sudah tidak ditemukan.

“Sebelumnya tidak ada yang mengaku sebagai keluarganya. Bahkan saya juga tidak kenal karena sejak saya kecil dia sudah hilang. Tapi ada RT kami yang mengenalnya. Setelah itu kami langsung berkoordinasi dengan Dukcapil Lotim untuk dibuatkan Adminduk. Untuk memudahkan kami memberikan bantuan,” tutupnya. (par/r6)

Editor : Kimda Farida
#disabilitas #dukcapil #marginal #kependudukan #Lotim #kategori #dokumen