LombokPost-Lembaga Persaudaraan Attawabin menunjukkan eksistensinya melalui kegiatan dakwah sosial keagamaan.
Hal ini disampaikan Bendahara Umum Persaudaraan Attawabin, Irawan Sakti, dalam acara "Sosialisasi Pembinaan Rumah Quran/TPQ" di Seco Coffee, Pusat Pertokoan Pancor, Minggu (26/1)
Irawan, mantan karyawan Bank Mandiri, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk empati Persaudaraan Attawabin terhadap anak-anak usia dini.
"Anak-anak saat ini lebih banyak terkontaminasi gadget dan judi online ketimbang memperdalam Alquran dan ilmu agama. Mari kita bermuhasabah demi generasi mendatang dengan memperdalam Alquran dan ilmu agama," kata Irawan, yang juga owner Seco Coffee.
Ia berharap kegiatan ini dapat berlanjut sebagai sarana silaturahmi antara Persaudaraan Attawabin dan pengasuh Rumah Quran (RQ/TPQ) di Lombok Timur.
Ketua Persaudaraan Attawabin Ustaz Husen Abdullah menceritakan awal terbentuknya lembaga ini. Berawal dari pertemuan dengan sejumlah pengurus di Seco Coffee, lembaga ini terbentuk karena memiliki persepsi yang sama.
Lembaga ini fokus pada dakwah untuk mantan narapidana dan pemuda pengangguran yang sering terlibat dalam maksiat seperti judi, miras, dan perbuatan terlarang lainnya agar kembali ke jalan Allah.
"Attawabin berarti orang-orang yang bertaubat. Setiap muslim memiliki tanggung jawab moral untuk mengajak ke arah kebajikan. Ratusan warga binaan di Lapas Selong membutuhkan siraman rohani agar mereka memiliki pegangan untuk kembali ke jalan yang diridhoi Allah SWT," jelas Ustaz Husen.
Menurut Ustaz Husen, ada dua kajian rutin di Lapas Selong, yakni kajian umum yang diadakan sebulan sekali untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada seluruh warga binaan.
Selain itu, kajian khusus diadakan setiap Jumat sore dengan fokus pada hafalan one day one juz, tadabbur Alquran, tartil Alquran, dan kajian keagamaan lainnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Darussyifa, Tirtanadi Labuhan Haji, yang juga anggota Persaudaraan Attawabin, menjelaskan bahwa lembaga ini terdiri dari pengurus dengan berbagai latar belakang, termasuk pengasuh pondok pesantren, mantan karyawan bank, jurnalis, pengusaha, dan karyawan swasta.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempererat silaturahmi antar anggota Persaudaraan Attawabin serta membangun sinergi dengan pengasuh Rumah Quran dan TPQ di Lombok Timur.
"Kami berharap pengasuh Rumah Quran/TPQ tetap istikamah menegakkan agama Allah dan merekrut kader sejak dini agar mereka menjadi penerus generasi Qurani," pungkas Tirtanadi. (arl/r7)
Editor : Kimda Farida