LombokPost-Hujan lebat yang terjadi sejak Sabtu siang hingga Minggu sore, mengakibatkan SMKN 1 Jerowaru terendam banjir hingga air masuk ke dalam kelas. Kondisi ini mengakibatkan proses belajar mengajar di sekolah tersebut menjadi terganggu.
“Terpaksa anak-anak kita suruh ke luar ruangan bahkan kita suruh pulang, karena proses belajar mengajar sampai sore. Kita pakai dua shift belajarnya pagi dan siang hari, karena sekolah kita kekurangan ruang kelas. Kejadian sekitar pukul 17.30 Wita,” ujar Kepala SMKN 1 Jerowaru Azany, Minggu (9/2).
Selain akibat intensitas hujan yang cukup tinggi. Banjir juga diakibatkan karena kondisi bangunan yang sudah lama, sehingga posisi lantai bangunan lebih rendah dari lapangan sekolah.
Selain itu, drainase yang ada di depan kelas sudah rusak, sehingga tidak bisa maksimal menampung air yang melimpah dari lapangan dan dari luar sekolah. Pun demikan dengan drainase yang ada dipinggir jalan, yang juga rusak. “Masalah utamanya ialah kondisi bangunan, terutama lantai yang lebih rendah, karena bangunan lama,” ungkapnya.
Hampir setiap hujan dengan intensitas tinggi sekolah selalu tergenang. Selain ancaman banjir, pihak SMKN 1 Jerowaru juga dihantui kemungkinan bangunan yang rusak tiba-tiba. Mengingat 75 persen bangun SMKN 1 Jerowaru dalam kondisi tidak layak huni. “Atap sekolah banyak yang bocor, tembok sudah retak di mana-mana. Begitu juga dengan lantai sekolah,” katanya.
Wakasis SMKN 1 Jerowaru Hamdani menambahkan bahwa hampir setiap kali hujan turun bangunan sebelah Utara selalu terandam banjir. Air hujan yang turun dari lapangan masuk ke dalam kelas.
“Ruangan yang sering dimasuki air ialah bangunan di sebelah utara, yakni ruang belajar empat kelas, ruang guru, ruang BK. Kalau intensitas hujan cukup tinggi, airnya juga masuk ke ruangan kepala sekolah, TU, dan lobby sekolah,” katanya.
Selain air dari lapangan, sejumlah ruangan juga bocor. Kondisi ini diakui sudah sering kali dilaporkan ke Cabang Dikbud Lotim, namun hingga saat ini belum ada respons.
Dirinya berharap kepada pihak terkait, untuk segera merenovasi SMKN 1 Jerowaru karena kondisi bangunan sekolah sangat memprihatinkan. Sementara jumlah siswa setiap tahun selalu meningkat, lantaran tingginya animo masyarakat yang menyekolahkan anaknya di SMKN 1 Jerowaru.
“Jurusan kita di sini ialah fokus di Pariwisata. Sehingga minat anak sekolah sangat tinggi. Jumlah siswa kita sekarang 532 orang. Kami optimis jumlah siswa ini akan terus meningkat setiap tahun,” tandasnya. (par/r6)
Editor : Redaksi Lombok Post