LombokPost-Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur (Lotim) menargetkan sebanyak 35 ribu Sapi ternak tahun ini diberikan vaksin.
Hal ini untuk memastikan sapi-sapi ternak di Lotim terbebas dari penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Terlebih saat ini isu PMK kembali mencuat di Indonesia.
“Vaksinasi ini juga sebagai langkah agar populasi ternak kita yang saat ini mencapai 145 ribu tetap terjaga,” beber Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakeswan Lotim Hultatang, Minggu (16/2).
Sang dokter hewan menyebut, pada Februari 4.750 ternak sapi di 21 Kecamatan telah mendapatkan vaksin.
Dengan rincian Kecamatan Sambelia mendapatkan vaksin sebanyak 250 dosis, Pringgabaya 250 dosis, Sembalun 250 dosis, Sakra 50 dosis, Sakra Barat 150 dosis, Sakra Timur 100 dosis.
Berikutnya Kecamatan Keruak 50 dosis, Jerowaru 50 dosis, Suela 400 dosis, dan Kecamatan Pringgasela 500 dosis vaksin.
Kemudian Kecamatan Masbagik 300, Aikmel 200, Lenek 500, Wanasaba 250, Sikur 300, Terara 200, dan Montong Gading 300 dosis vaksin. Berikutnya Kecamatan Sukamulia 100 dosis, Suralaga 250 dosis, Selong 100 dosis, dan Kecamatan Labuhan Haji 200 dosis vaksin.
“Dari jumlah vaksin yang kita dapat, sebanyak 3.725 vaksin telah di suntikan. Habis nanti kita akan diberikan vaksin lagi. Mudah-mudahan target kita bisa tercapai agar sapi ternak kita betul-betul kebal dari penyakit PMK,” imbuhnya.
Pelaksanaan vaksinasi saat itu masih berlangsung.
Ditargetkan bulan ini 4.759 itu sudah habis disuntikan.
Ditegaskan pemberian vaksin hanya untuk sapi ternak yang sehat, bukan sapi sakit.
Karena vaksin bukan obat untuk ternak yang sakit.
Vaksin sebagai penguat anti bodi ternak dalam menghadapi virus yang masuk ke tubuh ternak.
Sehingga vaksin tidak bisa digunakan untuk menyembuhkan ternak yang sedang sakit.
“Kami harap para peternak paham dengan fungsi vaksin yang diberikan tiga tahap nantinya,” tandasnya.
Kepala Disnakeswan Lotim H Masyhur menyampaikan Lotim pada tahun ini dijatahkah mendapatkan 40 ribu vaksin yang akan diberikan secara bertahap.
Sementara capaian vaksin sentara empat ribu lebih.
“Bulan depan kita akan kembali diberikan jatah. Kita belum tahu berapa jatah yang akan diberikan lagi, mudah-mudahan dengan pemberian vaksin ini sapi ternak kita bisa terbebas dari PMK, sehingga peternak Kita tidak merugi,” tandasnya. (par/r6)
Editor : Kimda Farida