Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menengok Bocah-bocah yang Menggemari Matematika di Lotim, Jago Hitung dan Mirip Kalkulator

nur cahaya • Kamis, 20 Februari 2025 | 13:45 WIB

 

OLIMPIADE: Anak-anak yang mengikuti olimpiade hitung cepat dan tepat di Yayasan Pena Cendekia Nusantara Lombok Timur, Selasa (18/2).
OLIMPIADE: Anak-anak yang mengikuti olimpiade hitung cepat dan tepat di Yayasan Pena Cendekia Nusantara Lombok Timur, Selasa (18/2).
 

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang kerap dihindari banyak orang.

Namun tidak dengan sejumlah anak yang malah mengikuti olimpiade hitung cepat ini.

----------------------

Pagi itu, puluhan anak-anak yang masih berumur sangat belia berkisar antara 4-10 tahun sudah memenuhi lingkungan Yayasan Pena Cendekia Nusantara.

Bukan hendak bermain, puluhan anak itu, hari itu hendak mengikuti olimpiade matematika, yakni hitung cepat dan tepat tanpa menggunakan alat bantu.

Mereka hanya boleh menggunakan jari tangan dan dengan waktu yang sangat singkat.

Tak tampak rasa gugup dari wajah polos mereka.

Padahal yang hendak dihadapi, lomba matematika yang dianggap sangat sulit bagi sebagian orang.

Ketua Yayasan Pena Cendikia Nusantara Lombok Timur (Lotim) Abd Basid Baidowi menyampaikan olimpiade hitung cepat dan tepat diikuti oleh anak-anak dari jenjang TK dan SD.

Bertujuan memperkenalkan metode hitung cepat kepada anak-anak. Metode ini mengandalkan kemampuan logika dan penggunaan jari.

Tanpa rumus dan tanpa alat bantu perhitungan.

“Mereka hanya mengandalkan tangan mereka untuk melakukan operasi matematika dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, tanpa bantuan alat hitung atau rumus,” ujarnya.

Baca Juga: Mendiang Kim Sae Ron Dikabarkan Tinggalkan Utang 700 Juta Won pada Agensi GOLDMEDALIST

Olimpiade ini diikuti oleh 60 anak, dibagi dalam tiga kategori, yakni kategori TK hingga kelas I SD. Kemudian kategori kelas II-III SD dan kategori kelas IV-VI SD.

Lomba ini juga dibagi menjadi dua sesi yakni babak penyisihan dan babak final.

Pada babak penyisihan, peserta diberikan 15 soal tertulis yang harus diselesaikan dalam waktu maksimal satu menit.

Sudah mirip berhitung ala kalkulator. Lima peserta dengan hasil terbaik dari setiap kategori akan melanjutkan ke babak final.

Kemudian pada babak final. Para peserta akan dibacakan soal langsung dan peserta harus menjawab dengan cepat.

Dan rata-rata, peserta mampu menjawab soal dalam waktu kurang dari lima detik.

“Para peserta sebagian besar menjawab soal yang dibacakan kurang dari lima detik bahkan ada yang bisa menjawab tiga detik,” jelasnya.

Metode hitung cepat ini memiliki manfaat yang signifikan bagi perkembangan motorik dan kemampuan berpikir anak.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menarik minat siswa dalam belajar aritmatika sejak dini.

Dan diharapkan dapat berdampak positif pada pelajaran yang lain.

Yayasan Pena Cendekia Nusantara yang terletak di Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong ini bergerak untuk memberikan pendidikan bidang matematika khususnya hitung cepat kepada anak.

Lembaga ini mulai eksis dan resmi dibuka pada tahun 2022 lalu. 

“Awalnya kami hanya membuka bimbingan belajar di rumah kami di Beremi, Kecamatan Selong. Dan begitu kami buka peminatnya cukup banyak,” ujarnya.

Sejauh ini, anak yang dibimbing sudah banyak yang mengikuti olimpiade hitung cepat, mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat nasional.

Bahkan beberapa anak didiknya juga berhasil meraih medali emas dalam olimpiade hitung cepat.

“Kami berharap keberadaan yayasan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di Lotim,” pungkasnya. (Supardi/r6)

Editor : Kimda Farida
#operasi #motorik #Eksis #Selong #Lotim #lomba #yayasan #matematika #perhitungan #olimpiade