LombokPost-Champion Cabai memastikan harga cabai pada bulan Ramadan akan tetap normal. Meski pun pada awal ramadhan harga cabai sempat naik drastis di pasaran hingga Rp 160-180 ribu per kilogram. “Kenaikan itu dikarenakan memang pada awal Ramadhan tidak ada panen, sementara permintaan cabai sangat tinggi,” terang H Subhan, ketua Champion Cabai Lotim.
Kata dia, sejak hari keempat harga cabai sudah mulai berangsur turun hingga Rp 110 ribu per kilogram. Dipastikan harga cabai pada hari ke lima dan seterusnya akan normal. Dia percaya stok cabai di Lotim, bahkan kebutuhan cabai di NTB akan terpenuhi.
Untuk menstabilkan harga cabai di pasar, pihaknya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam waktu dekat ini akan kembali mengadakan operasi pasar murah cabai di Lotim. Kebutuhan cabai Lotim per hari 3-4 ton, kebutuhan NTB sekitar 10 ton per hari.
Rata-rata kondisi tanaman cabai petani di Lotim saat ini banyak yang layu. Bahkan beberapa tanaman cabai yang baru ditanam banyak yang mati karena hujan lebat beberapa hari lalu.
Namun untuk kebutuhan cabai beberapa pekan kedepannya dijamin akan aman dan harga kembali normal. “Insyaallah kalau minggu-minggu yang akan datang stok kita akan aman. Karena ada beberapa tanaman saat ini yang sudah hidup dan segera panen. Terutama yang ditanam di green house,” ungkapnya.
Pengiriman cabai ke luar daerah saat ini sudah disetop dan fokus pada pemenuhan kebutuhan daerah. Adapun untuk memenuhi kebutuhan cabai NTB pada Minggu ini, pihaknya mendatangkan cabai dari Jawa Timur sebanyak 7-10 ton per hari. “Cabai dari luar daerah ini tidak akan merugikan petani kita. Justru ini akan membantu. Kalau sudah normal kita stop,” tutupnya. (par/r6)
Editor : Rury Anjas Andita