LombokPost-Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim) H Mohammad Edwin Hadiwijaya akan membuat rumah aman bagi pekerja migran Indonesia (PMI) asal Lotim.
Rumah aman ini dinilai sangat penting, mengingat Lotim menduduki posisi nomor urut kedua pengirim PMI terbesar pada tahun 2024 di NTB.
“Rumah aman ini nantinya akan kita jadikan sebagai tempat untuk menampung PMI kita yang bermasalah. Nanti kita gunakan aset daerah, kita lihat bangunan mana yang kira-kira cocok untuk dijadikan rumah aman PMI,” terang Edwin, Jumat (14/3).
Saat ini Pemkab Lotim tengah menginventarisir aset daerah.
Aset tersebut akan digunakan semaksimal mungkin. Salah satunya untuk membuat rumah aman bagi PMI.
Keberadaan rumah aman ini diharapkan tidak hanya untuk menampung PMI yang bermasalah, namun juga ada pelatihan bagi PMI tersebut, yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
Roma Hidayat, ketua ADBMI Foundation menilai rumah aman bagi PMI adalah salah satu langkah yang sangat dibutuhkan.
Karena sebagai salah satu pengirim PMI terbesar, tentu banyak persoalan yang dihadapi PMI asal Lotim. Sehingga kehadiran pemerintah dalam hal ini Pemkab Lotim sangat dibutuhkan.
“Karena tugas dan tanggung jawab Pemkab Lotim untuk melindungi PMI telah diatur dalam Perda nomor 5 tahun 2021 tentang pelindungan dan pemberdayaan PMI dan keluarganya,” jelasnya.
Selain itu, juga tertuang dalam Perbup nomor 79 tahun 2024 tentang pemberdayaan sosial ekonomi dan pelindungan PMI dan keluarganya asal Lotim.
Untuk itu, rumah aman khusus PMI ini menjadi salah satu tugas dan tanggung jawab Pemkab Lotim dalam melindungi PMI di Lotim.
“Jika sudah ada rumah aman ini, kami siap bersinergi. Rumah aman itu nantinya kita manfaatkan bukan sekedar tempat untuk menampung PMI yang bermasalah saja, juga sebagai tempat pembinaan dan pemberdayaan,” tandasnya. (par/r6)
Editor : Prihadi Zoldic