Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perjuangan Lenteng Tedes Memproduksi Film Horor Seher yang Trending di Youtube (1)

nur cahaya • Senin, 17 Maret 2025 | 18:35 WIB

 

LENTENG TEDES: Kru Lenteng Tedes yang memproduksi film horor Seherm bersama dengan Wakil Bupati Lotim, Minggu (16/3).
LENTENG TEDES: Kru Lenteng Tedes yang memproduksi film horor Seherm bersama dengan Wakil Bupati Lotim, Minggu (16/3).
 

Film horor Seher karya pemuda Sambelia berhasil menghipnotis jutaan penonton, menjadi trending satu di YouTube pada pekan lalu.

Namun di balik kesuksesan itu ada perjuangan pajang tak kenal lelah. Dana Tak Ada, Alat Seadanya.

----------------------------------

Film horor Seher beberapa hari belakangan ini  tengah menjadi perbincangan hangat. Film mengisahkan seorang pemuda bernama Burhan yang harus berurusan dengan ilmu hitam lantaran masalah asmar.

Orang tua sang pujaan hati tidak merestui hubungan mereka karena Burhan merupakan keluarga miskin.

Pujaan hatinya pun dijodohkan dengan laki-laki lain dari keluarga orang kaya.

Hal itu membuat Burhan sakit hati dan menempuh jalur ilmu hitam. Tak disangka, Unasih yang merupakan ibu dari Burhan sendiri merupakan dukun terkuat.

Dia berhasil membunuh Salbiah secara mengenaskan.

“Ide membuat film horor Seher ini bermula, karena di masyarakat berkembang mitos bahwa Sambalia itu terkenal dengan Seher. Kemudian Film horor saat ini menjadi salah satu genre yang sangat diminati. Sehingga sangat laku di pasar perfilman,” terang Sutradara film Seher Gagas Fagiara Gamarsese, saat ditemui Lombok Post seusai acara buka bersama dengan Wakil Bupati Lotim H Mohammad Edwin Hadiwijaya, Minggu (16/3).

Dijelaskan, terbentuknya tim Lenteng Tedes yang menciptakan kreasi tersebut bermula pada tahun 2022 lalu.

Selaku sutradara film Seher ia tidak memiliki ilmu sama sekali di bidang perfilman.

Namun lebih berbakat di musik. Sehingga produksi film ini dibuat secara otodidak.

Diakui dalam produksi film ini banyak lika-liku yang dilalui tim. Pembuatan bahkan memakan waktu selama dua tahun, baru bisa ditayangkan di YouTube.

Kendala utama yang dihadapi dalam produksi film ini ialah anggaran yang sangat terbatas.

Namun hal itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk menuntaskan film ini.

“Kami tidak punya dana, kami tidak punya donatur yang mensupport kami untuk produksi film ini. Jadi semuanya kami biayai secara swadaya dengan tim. Kami iuran dengan teman-teman,” imbuhnya.

Dibeberkan, salah satu sumber pendanaan  produksi film juga mengandalkan hasil konten dari istri sang produser.

Namun gaji dari konten kreator belum bisa mencukupi biaya pembuatan film Seher. Sehingga mereka setiap shooting video harus menunggu biaya terkumpul dulu.

Saat libur produksi, semua tim yang rata-rata menjadi konten kreator, akan kembali menjadi konten kreator. Setelah dana terkumpul, mereka akan kembali produksi.

Meski memakan waktu cukup panjang. Namun semangat dan konsistensi mereka untuk menuntaskan film ini tidak pernah surut.

Alhamdulillah tidak yang sampai mengeluh dengan pembuatan ini. Mereka tetap semangat untuk menuntaskannya. Kalu tidak ada modal, kami diam di rumah, nongkrong dan ngonten. kalau sudah ada modal baru kita bergerak lagi,” katanya.

Selain dana, mereka juga sangat terbatas dengan alat.

Baik alat pengambilan gambar dan alat untuk proses editing, bahkan sampai dengan proses upload ke YouTube.

Alat mengambil gambar, mereka hanya bermodalkan satu unit kamera biasa, yang jauh dari kata profesional.

Bahkan tidak jarang mereka harus memanfaatkan handphone untuk mengambil video.

Alat satu-satunya yang mereka miliki itu bahkan sempat rusak. Sehingga sedikit menghambat proses pembuatan film.

Film ini sendiri merupakan film yang ketiga diproduksi oleh tim Lenteng Tedes.

Diantaranya yakni Kededepan, Semputer, dan terakhir Seher.

“Tiga film yang diangkat tidak jauh dari hal yang ada di masyarakat. Namun dari tiga film yang telah di produksi hanya satu yang trending yakni film Seher,” katanya.

Sebelumnya dirinya tidak pernah menyangka bahwa penonton seher ini bisa tembus diangka dua jutaan dan bisa trending pertama di Youtube akhir pekan lalu.

Karena sebelumnya diperkirakan penonton hanya bisa tembus 50-70 ribu saja.

 Hingga tanggal 17 Maret 2025 jam 15.00 wita Film Seher sudah ditonton lebih dari 2,2 juta penonton selama enam hari sejak tayang 11 Maret 2025 lalu. (Supardi/bersambung/r6)

Editor : Kimda Farida
#Swadaya #Sambelia #Film #penonton #produksi #wakil bupati #pemuda #konten #otodidak #kreator #video #rusak