Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

94 Persen Gabah Petani di Lotim Telah Terserap Bulog

nur cahaya • Jumat, 21 Maret 2025 | 15:44 WIB

 

BEGABAH: Sekelompok buruh tani saat begabah di salah satu sawah milik petani di Kecamatan Terara.
BEGABAH: Sekelompok buruh tani saat begabah di salah satu sawah milik petani di Kecamatan Terara.
 

 

LombokPost-Hingga pertengahan Maret, 94 persen gabah petani di Lombok Timur (Lotim) telah terserap oleh Badan Urusan Logistik (Logistik) Lotim.

Dari target pengadaan gabah sampai bulan April  sebanyak 35 ribu ton setara gabah.

“Penyerapan gabah ini kita lakukan merata di semua kecamatan di Lotim,” terang Kepala Bulog cabang Lotim Supermansyah, Kamis (20/3).

Mengejar sisa target ini pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Lotim dan Babinsa.

“Teman-teman Babinsa sangat berperan aktif untuk mendukung penyerapan gabah petani. Mulai dari menginformasikan data petani yang panen, kemudian melakukan pendampingan terhadap petani, sampai dengan membawa ke penggilingan padi mitra Bulog,” imbuhnya.

Sarapan gabah dari petani per hari mencapai 550 ton setara beras.

Untuk harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500, harga ini menjadi tertinggi selama beberapa tahun terakhir.

 Baca Juga: Telkomsel Siaga 2025 Jadikan Ramadan Terbaikmu, Hadirkan Konektivitas Andal, Layanan Unggulan, dan Dampak Sosial Berkelanjutan

Cuaca tidak menentu sedikit berpengaruh terhadap proses penyerapan gabah petani. Terutama proses pengeringan.

Mengingat sebagian besar metode pengeringan di Lotim masih menggunakan lantai jemur.

Meski beberapa penggilingan mitra Bulog sudah menggunakan alat vertical dryer dan bed dryer.

“Cuaca yang terus-menerus hujan ini tentu cukup berpengaruh terhadap penyerapan gabah, karena proses pengeringan cukup lama. Apalagi kita di Lotim mayoritas masih menggunakan lantai jemur,” katanya.

Bulog juga rutin melakukan operasi pasar murah ke pasar tradisional.

Dalam operasi pasar disiapkan dua ton beras SPHP per hari. Dengan harga Rp 11.400 per kilogram.

“Sejak awal Ramadan kita terus melakukan operasi pasar. Beras yang kita bawa merupakan stok baru. Kita jual dengan harga Rp 11.400 per kilogram, kalau HET Rp 12.500 per kilogram. Operasi pasar masih kita lakukan di pasar-pasar. Belum ada permintaan ke desa-desa,” katanya.

 Baca Juga: Tampil Nyaman Sepanjang Hari Raya dengan Koleksi Hari Raya Essentials dari UNIQLO

Selama Ramadan ini target beras yang tersebar ke masyarakat melalui operasi pasar sebanyak 580 ton.

Yang sudah terealisasi sebesar 40,5 persen. (par/r6)

Editor : Kimda Farida
#stok #Mitra #Baru #penggilingan #Padi #Petani #gabah #bulog #pengeringan #Penyerapan