LombokPost-Ratusan anak-anak yatim piatu memadati aula asrama Pondok Pesantren Baiturrahim Kabar mengikuti acara peringatan Nuzululquran yang digelar oleh Organisasi Baiturrahim Peduli. Acara dirangkaikan dengan buka bersama, ceramah, dan santunan ratusan anak yatim piatu.
Ketua Organisasi Baiturrahim Peduli, Saprul Khairi menyampaikan, acara ini sebelumnya hanya difokuskan untuk Nuzululquran dan santunan anak yatim. Namun, karena bertepatan dengan momen Ramadan, akhirnya diperluas dengan berbuka puasa bersama anak yatim. “Ini menjadi salah satu cara kita untuk menghidupkan 10 hari terakhir bulan Ramadan. Karena 10 terakhir menjadi momen spesial di bulan Ramdan. Kita ingin berbagi kebahagiaan bagi anak yatim piatu yang ada di sekeliling,” terang Saprul Khairi, Senin (24/3).
Sejak membuka donasi 6-22 Maret, Baiturrahim Peduli berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 13.711.000. Kemudian donasi tersebut digunakan untuk membantu 100 anak yatim dari tiga desa di sekitar pondok pesantren. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Baiturrahim Peduli dalam menjalankan amanah yayasan untuk bergerak di bidang sosial, agama. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak yatim, khususnya di desa-desa sekitar yayasan dapat merasakan kebahagiaan dan kemuliaan di bulan suci ini. Karena anak yatim merupakan tugas kita bersama untuk peduli dan memperhatikannya,” tambahnya.
Ketua Yayasan Baiturrahim Kabar Muhammad Khatam Zamzami menyampaikan, memuliakan anak yatim sangat penting dan sangat disenangi oleh Nabi Muhammad SAW. Bahkan disebutkan, orang yang mengasuh, menanggung, atau memelihara anak yatim akan bersama nabi di surga. ”Hal ini menunjukkan betapa mulianya orang-orang yang peduli terhadap anak yatim. Di hari-hari penuh berkah ini, kita bersama manusia-manusia yang dicintai oleh baginda nabi. Mari kita terus berbuat kebaikan,” ajaknya.
Dirinya sangat mengapresiasi pengurus Baiturrahim Peduli. Meski baru terbentuk beberapa bulan, namun sudah banyak bergerak. Ia melihat hal tersebut menjadi salah satu bukti semangat dan komitmen organisasi untuk bergerak membantu masyarakat.
Keberadaan organisasi Baiturrahim Peduli ini disebut tidak hanya menjadi relawan yang menyalurkan bantuan, tetapi juga berinovasi untuk mendampingi masyarakat, termasuk membantu UMKM. “Program-program Baiturrahim Peduli tidak hanya berfokus pada bantuan langsung, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. Misalnya, memberikan pinjaman tanpa agunan dan tanpa bunga kepada ibu-ibu pelaku UMKM,” katanya.
“Program harus berbasis pada keilmuan dan esensi yang jelas. Setelah merencanakan dengan baik, langkah selanjutnya adalah aktualisasi, organizing, dan controlling. Karena itu adalah ruh dari organisasi,” tutupnya. (par/r6)
Editor : Prihadi Zoldic