Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mampukah Lotim Tekan Pengangguran dengan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas?

nur cahaya • Senin, 21 April 2025 | 20:53 WIB

 

PERIKSA KEADAAN: Bupati Lombok Timur (Lotim) H Haerul Warisin (tengah) saat mengecek alat praktik di Loka Latihan Kerja (LLK) Selong, Sabtu (19/4).
PERIKSA KEADAAN: Bupati Lombok Timur (Lotim) H Haerul Warisin (tengah) saat mengecek alat praktik di Loka Latihan Kerja (LLK) Selong, Sabtu (19/4).
 

LombokPost-Dalam rangka menekan angka pengangguran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di Lombok Timur (Lotim) menggencarkan pelatihan vokasi dan produktivitas. Peningkatan keterampilan dan kompetensi dipercaya menjadi kunci utama mengatasi pengangguran. “Pelatihan ini juga menjadi salah satu langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kita di Lotim,” terang Bupati Lotim H Haerul Warisin, saat  Pembukaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Tenaga Kerja di Lembaga Latihan Kerja (LLK) Selong, Sabtu (19/4).

Kata dia, angka pengangguran di Lotim cukup tinggi, mencapai 17 ribu. Bahkan Lotim menjadi yang tertinggi di NTB. Turut disoroti, jumlah masyarakat Lotim yang bekerja di luar negeri juga cukup tinggi mencapai 305 ribu jiwa. “Kami berharap pelatihan ini menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi pengangguran. Pelatihan ini adalah langkah nyata untuk memberikan keterampilan, ”imbuhnya.

Angkatan kerja diminta untuk tidak hanya mengandalkan formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) semata. Melalui pelatihan yang diberikan, angkatan kerja Lotim diharapkan memiliki keahlian sehingga bisa dimanfaatkan untuk bekerja maupun membuka usaha.

Photo
Photo

Dalam kesempatan itu ia turut meminta  masyarakat terus mengembangkan potensi lokal, termasuk sektor tembakau yang menjadi sumber utama Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Termasuk mendorong pemuda-pemudi untuk terlibat aktif dalam pertanian modern yang sedang dikembangkan oleh pemerintah pusat. “Silakan anak-anak muda bisa memanfaatkan teknologi dalam pertanian. Agar menjadi generasi muda yang cerdas dan memiliki motivasi untuk maju,” tandasnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lotim Muhammad Khairi menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan BPVP Lenek sebagai instansi pusat dan mitra kerja di tingkat provinsi. Minimnya anggaran diakui menjadi salah satu kendala untuk pembukaan pelatihan. Namun berkat alokasi DBHCHT, program pelatihan di LLK dapat terus berjalan. “Pada tahun 2025 ini disnakertrans mendapatkan alokasi sebesar Rp 3 milyar yang dibagi dua dengan LLK dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Masing-masing sebesar Rp1,5 milyar,” katanya.

Disebut, tahun ini ada tujuh angkatan pelatihan. Masing-masing angkatan sebanyak 64 orang. Dengan berbagai jurusan pelatihan, mulai dari tata boga, baja ringan, menjahit, otomotif dan lainnya.

Yang disoroti, alat praktik di LLK Selong sudah berumur. Untuk itu pihaknya sudah meminta kepada bupati untuk memperbarui alat-alat praktik. “Memang alat praktik masih banyak menggunakan model lama. Seperti sepeda motor, jarang menggunakan injeksi. Bahkan mereka menggunakan motor instruktur mereka untuk praktik,” pungkasnya. (par/r6)

Editor : Prihadi Zoldic
#vokasi #pengangguran #pemkab #usaha #Selong #Lotim #sdm