Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sempat Kabur dari SAE Menanga Baris, Warga Binaan Lapas Selong Ditemukan Tewas di Tetebatu

nur cahaya • Senin, 28 April 2025 | 21:01 WIB

 

Ahmad Sihabudin
Ahmad Sihabudin
 

LombokPost-Mayat laki-laki dengan urat nadi terputus ditemukan di sungai Dusun Lingkung Lauk, Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur, Sabtu (26/6). Yang bersangkutan merupakan salah satu narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong.

Dia tengah menjalani program perbantuan panen jagung di Pos Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Selong, di Menangani Baris, Kecamatan Sambelia. “Setelah kami mendapatkan informasi bahwa ada mayat yang ditemukan di Desa Tetebatu atas nama Hariyanto. Kami langsung cek di rumah sakit, dan memang benar itu adalah salah satu napi di Lapas Selong. Cuman namanya Kariyanto bukan Harianto,” terang Kepala Lapas Selong Ahmad Sihabudin, Minggu (27/4).

Kata dia, saat itu Kariyanto tengah mengikuti panen jagung di Pos SAE bersama 25 narapidana lainnya sebagai bentuk pembinaan. Kariyanto dan 11 orang lain merupakan tenaga perbantuan untuk membantu 14 orang napi yang lebih dulu berada di lokasi panen jagung. Mengingat luas lahan yang akan di panen sekitar 17 hektare lebih. Lokasi saat itu hanya dijaga oleh satu orang petugas.

Panen jagung tersebut , sebelumnya ditargetkan berakhir 30 April mendatang. “Mereka kita tarik kembali  ke Lapas Selong, setelah adanya insiden tersebut,” katanya.

Para napi yang mengikuti program pembinaan di SAE ini, sejatinya telah mengikuti proses seleksi ketat. Program ini juga diperuntukkan bagi warga binaan yang sudah dinyatakan berperilaku baik selama menjalani masa hukuman. Bahkan pada hari raya Idul fitri lalu, Kariyanto memenuhi syarat untuk mendapatkan remisi. “Yang bersangkutan dinyatakan berkelakuan baik di dalam Lapas, makanya bisa dipilih untuk menjadi tenaga perbantuan di Menanga Baris. Yang bersangkutan terlibat kasus pencurian dengan kekerasan. Dengan hukuman 3 tahun dan baru menjalani hukuman 1 tahun,” bebernya.

Photo
Photo

Diceritakan, sebelum ditemukan meninggal, Lapas selong menerima informasi salah seorang napi kabur dari SAE Menanga Baris. Pihaknya langsung melakukan pencarian di sekitar Menanga Baris, hingga yang bersangkutan dinyatakan melarikan diri.

Sekitar pukul 16.00 Wita, pihaknya kembali mendapatkan informasi dari kepolisian bahwa telah ditemukan mayat di Sungai Dusun Lingkung Lauk, Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur dengan ciri-ciri seperti warga binaan yang melarikan diri tersebut. “Setelah kami lakukan pengecekan di RSUD Selong. Ternyata memang benar  mayat yang ditemukan itu merupakan  napi yang melarikan diri dari SAE Menanga Baris,” katanya.

Disebut, keberadaan SAE Menanga Baris sebagai salah satu upaya mendukung program pemerintah terhadap program ketahanan pangan. Sehingga Lapas Selong memberdayakan warga binaan untuk diasimilasikan di Pos SAE Menanga Baris untuk program pertanian, peternakan, dan pariwisata.

Saat ini Kanwil Kemenkumham NTB tengah melakukan pemeriksaan dan mendalami penyebab, serta proses kaburnya napi tersebut. “Terkait dengan kejadian ini, kami akan melakukan evaluasi terkait dengan penempatan petugas pengamanan dan pengawasan di Pos SAE Menanga Baris,” tutupnya.

Sebelumnya, Kasi Humas Polres Lotim AKP Nicolas Osman menyampaikan bahwa Mayat seorang laki-laki dengan urat nadi terputus ditemukan di sungai dusun Lingkung Lauk, Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur. “Penemuan mayat korban bermula dari adanya bercak darah di dapur salah seorang warga Tetebatu,” terangnya.

Sebelum  ditemukan meninggal, korban sempat dilihat oleh salah seorang warga berjalan menuju rumah mertuanya, di Dusun Lingkung Lauk, Desa Tetebatu. Tiba-tiba mertua korban berteriak, karena melihat banyak darah di dapur dan ruang keluarga.

Setalah mencari sumber darah tersebut, tiba-tiba mayat korban ditemukan di pinggir sungai dengan posisi terlentang dan terdapat sayatan pisau di nadi tangan kiri. “Setelah mengikuti tetesan darah itu, akhirnya berhenti di pinggir sungai di sana korban ditemukan. Dari hasil pemeriksaan ditemukan lebam di pipi kiri, bibir dan luka sayatan di tangan kiri. Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi,” tutupnya. (par/r6)

Editor : Prihadi Zoldic
#Ketahanan Pangan #korban #napi #Selong #Lapas #panen jagung