Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

25 Tahun Sisihkan Penghasilan sebagai Penjual Tasbih dan Buku, Akhirnya Nasirudin dan Marhaini Segera Lihat Kakbah

nur cahaya • Rabu, 7 Mei 2025 | 10:37 WIB

 

BERSIAP: Nasirudin bersama istrinya Marhaini yang masuk pemberangkatan pertama Lombok Timur (Lotim) kloter empat.
BERSIAP: Nasirudin bersama istrinya Marhaini yang masuk pemberangkatan pertama Lombok Timur (Lotim) kloter empat.
 

Puluhan tahun menabung, pasangan suami istri Nasirudin dan Marhaini akhirnya tahun ini bisa berangkat haji.

------------------------------------

Tahun ini menjadi tahun yang sangat menggembirakan bagi Nasirudin dan Marhaini.

Pasangan suami istri asal Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Lombok Timur (Lotim) ini telah puluhan tahun menyisihkan penghasilannya.

Kini hal itu berbuah manis, dia bisa berangkat haji. Rasa bahagia sekaligus haru, tak bisa disembunyikan dari raut wajahnya, yang sudah mengerut itu.

Kesabaran selama bertahun-tahun akhirnya terbayar. Dia begitu bahagia ketika melihat koper dan perlengkapan haji bertuliskan namanya.

Nasirudin bukanlah orang berada. Dia hanya sebagai penjual buku iqro dan tasbih, yang penghasilannya tidak menentu.

Photo
Photo

“Saya mulai berjualan sejak tahun 1990. Yang saya jual buku iqro, panduan ibadah, tasbih dan lainnya,” terang Nasirudin, saat ditemui sebelum keberangkatan.

Setiap hari ia biasanya berjualan di kompleks Musala Alabror NWDI Pancor.

Namun sebelumnya ia keliling ke sekolah-sekolah dan madrasah-madrasah di Kecamatan Selong untuk menawarkan barang dagangannya.

Dari hasil berjualan itu, disisihkan minimal Rp 50 ribu setiap hari untuk menyetor biaya haji, selama 25 tahun.

Selama menabung ia selalu yakin bahwa ia bisa berangkat bersama istrinya. Hal ini yang membuatnya tetap semangat dan tidak putus asa.

Alhamdulillah tidak menyangka bisa berangkat tahun ini. Selalu berdoa supaya bisa berangkat diberikan kesehatan,” katanya.

Meski di tengah keterbatasan ekonomi, Nasirudin dan Marhaini, tetap konsisten menabung sedikit demi sedikit setiap hari dan tidak pernah putus asa.

Mengingat bayangan berada di tanah suci selalu muncul di pelupuk mata.

Kebahagiaan mereka semakin lengkap setalah dipastikan bisa menunaikan ibadah haji bersama-sama.

Apalagi tahun ini banyak pasangan suami istri yang terpisah jalan, entah karena persoalan visa atau kesehatan.

Photo
Photo

Lebih-lebih lagi, pasangan suami istri ini mengalami keterbatasan ekonomi.

Insya Allah jika kita sudah punya tekad yang kuat niat yang bagus, Allah akan permudah. Jangan putus asa dan putus berharap kepada Allah,” ujarnya.

Dirinya berharap, masyarakat lain yang ingin berhaji tidak patah semangat, dan terus berusaha serta berdoa.

Kisah perjuangan Nasirudin dan Marhaini ini patut menjadi inspirasi.

Bahwa impian menunaikan haji bukanlah hal yang mustahil, bahkan bagi yang memiliki keterbatasan ekonomi sekali pun. Asalkan diiringi dengan kesabaran, kerja keras dan keyakinan yang kuat.

“Mudah-mudahan Allah SWT memberikan selalu memberi kesehatan untuk menjalankan ibadah haji dan memperlancar perjalanan. Agar bisa selamat pergi dan pulang, serta mendapatkan haji yang mabrur,” tutupnya. (Supardi/r6)

Editor : Kimda Farida
#Haji #Penghasilan #keterbatasan ekonomi #keyakinan #Lombok