LombokPost - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lombok Timur (Lotim) menargetkan 254 desa/kelurahan tahun ini memiliki koperasi merah putih.
Koperasi Merah Putih adalah program strategis nasional yang dicanangkan pemerintah Indonesia dengan tujuan utama memberdayakan masyarakat desa dan kelurahan melalui usaha bersama berbasis koperasi.
Program ini merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025.
“Saat ini baru Desa Kembang Kuning yang sudah terbentuk ,” terang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lotim Salmun Rahman, Kamis (15/5).
Saat ini pihaknya juga tengah menggencarkan sosialisasi ke desa dan kelurahan.
Bahkan beberapa desa juga telah melakukan musyawarah desa khusus untuk persiapan pembuatan koperasi merah putih.
Yang menjadi kendala pembentukan koperasi saat ini ialah soal pembiayaan, untuk pembuatan badan hukum yang merupakan salah satu persyaratan.
“Karena harus menggunakan notaris. Besaran biaya untuk notaris sekitar Rp 2 juta,” sebutnya.
Anggaran pembentukan dan operasional koperasi merah putih ini berasal dari beberapa sumber. Diantaranya APBN, APBD provinsi, APBD kabupaten dan APBDes.
Untuk presentase anggaran dari sumber tersebut, masih menunggu petunjuk dari Pemprov NTB.
Koperasi ini merupakan upaya untuk mewujudkan program pemerintah pusat. Terutama mendukung swasembada pangan dan program makan bergizi gratis (MBG).
“Makanya ini boleh mengelola usaha sembako, termasuk juga simpan pinjam. Koperasi merah putih ini tidak akan mengganggu BUMDes,” ungkapnya.
Terpisah, Wakil Bupati Lotim HM Edwin Hadiwijaya mengatakan, berdasarkan juklak juknis pembentukan koperasi merah putih, Pemkab diminta memberi dukungan penuh. Salah satunya untuk pengurusan badan hukumnya.
“Pembentukan koperasi ini tergantung dari kesiapan desa masing-masing. Meskipun kita ditargetkan pada 12 Juli, tapi kalau desa belum siap, kita tidak bisa paksakan juga,” ujarnya.
Kata dia, pembentukan koperasi bergantung siapa yang siap lebih dulu. “Saat ini kita sudah lakukan sosialisasi,” pungkasnya. (par/r6)
Editor : Jelo Sangaji