LombokPost - Porter-porter Gunung Rinjani sudah kesohor kehebatannya. Mampu membawa beban banyak, berkali-kali turun naik gunung api tertinggi kedua di Indonesia itu.
Banyak dari para Porter Gunung Rinjani hanya menggunakan sandal jepit saat mendaki. Mereka memikul beban, aneka perbekalan para pendaki dengan tampak mudah sekali.
Namun untuk urusan Rinjani 100, orang yang berhasil pertama menaklukkan Gunung cantik itu bukanlah Porter Rinjani. Bukan pula orang asli Lombok, atau para petarung nasional.
Baca Juga: Rinjani 100 Buat Unit Sar Lombok Timur (Lotim) Siaga Penuh
Adalah Shange Sherpa, pelari ultra trail asal Nepal yang keluar sebagai juara. Dia kembali menunjukkan dominasinya pada ajang Rinjani 100, gelar juara pun berhasil dia pertahankan.
Kehebatannya bukan hanya diperlihatkan di Gunung Rinjani. Dia adalah salah satu pelari trail terkemuka di jagad ini. Kerap menaklukkan medan-medan ekstrem, melawan para penantang lainnya
Total 41 jam lamanya dia berlari menaklukkan Gunung Rinjani yang kerap dipromosikan tokoh nasional Rocky Gerung itu. Sange Sherpa memang spesialis rute jauh dengan tanjakan.
Hidupnya seolah memang untuk berlari, menanjak, naik turun gunung dengan kecepatan. Hal itu pula ditunjukkan pada ajang lari Rinjani 100 kali ini.
Shange Sherpa sejatinya tak lagi muda. Tapi pria kelahiran 1981 itu seolah tak mau menyerah. Dan kali ini Gunung Rinjani yang ditaklukkan.
Di Gunung Rinjani dia berlari untuk kategori 162 kilometer. Dan total waktunya 41 jam 4 menit 32 detik.
Baca Juga: Top 10 Kota Paling Maju di Luar Jawa, Mataram Masuk Jajaran Elite
Tapi, kendati kembali juara di Gunung Rinjani, catatan waktunya tahun ini menurun dibanding 2024. Kala itu, dia menaklukkan Rinjani dengan catatan waktu 40 jam 31 menit 14 detik. Menunjukkan bahwa Rinjani tak semudah itu dikuasai.
Soal kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) berjanji untuk memberikan anggaran yang lebih besar agar event Rinjani 100 berikutnya lebih baik lagi. "Rinjani 100 adalah salah satu promosi gratis untuk meningkatkan pariwisata Lotim. Karena Pemkab tidak mengeluarkan biaya, padahal Rinjani 100 merupakan event yang sangat besar, tingkat internasional,” terang Bupati Lotim H Haerul Warisin, Minggu (18/5).
Meski event Rinjani 100 merupakan ajang lari internasional, namun hadiah yang diberikan kepada para juara sangat sedikit. Berkisar antara Rp 3-4 juta, sangat kurang untuk membiayai atlet bolak-balik ke negara masing-masing. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic