Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Waspada! Dikes Lombok Timur Temukan Ratusan Kasus ISPA dan Pneumonia pada Anak

Supardi/Bapak Qila • Jumat, 13 Juni 2025 | 09:25 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Lotim H Pathurrahman (DOK: Lombok Post)
Kepala Dinas Kesehatan Lotim H Pathurrahman (DOK: Lombok Post)

LombokPost - Dinas Kesehatan Lombok Timur (Lotim) meminta masyarakat tidak meremehkan penyakit seperti, ISPA, Pneumonia, Diare dan Demam Berdarah Dengue (DBD), atau penyakit yang disebabkan karena faktor lingkungan.

“Kami harap masyarakat tidak meremehkan penyakit-penyakit ini. Terutama ISFA, Pneumonia dan Diare. Meski penyakit ini bukan tergolong penyakit yang dapat mematikan dengan waktu cepat,” terang Kepala Dinas Kesehatan Lotim H Pathurrahman, Kamis (12/6).

Diare akan mengakibatkan penderita kekurangan cairan. Karena cairan yang keluar akibat diare sangat tinggi, yang bisa mengakibatkan pasien menjadi kronis hingga mengakibatkan kematian.

Kasus ISPA dan diare, khususnya pneumonia pada anak jangan diremehkan. Namun segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan agar bisa segera dilakukan pemeriksaan maupun pengobatan.

“Setelah itu, baru kemudian kita benahi lingkungan tempat tinggal pasien, dengan menghilang sumber-sumber penyakit. Jika lalai dengan penyakit ini, akan berdampak fatal,” ujarnya.

ISPA dan pneumonia merupakan penyakit yang disebabkan oleh faktor lingkungan, baik lingkungan sekolah, kerja dan lingkungan tempat tinggal.

Termasuk faktor perilaku yang kurang higienis dan sehat. Seperti tidak mencuci tangan pakai sabun setalah dan sebelum makan, setelah BAB dan lainnya.

Dalam dua bulan belakangan ini tingkat kunjungan ke puskesmas cukup ramai, tidak seperti biasanya. Sebagian besar penyakit yang ditemukan ialah batuk pilek, diare ISPA, Pneumonia. Namun hal ini diakui belum menjadi kejadian luar biasa di Lotim.

“Per bulan kasus Pneumonia dan ISPA, terutama pada anak mencapai ratusan kasus. Sementara untuk kasus DBD kasusnya turun naik, kadang tidak ada ditemukan. Bahkan yang ditemukan itu masih suspek tidak positif,” Ujarnya.

Menurutnya, kasus DBD sama halnya dengan penyakit Diare, ISPA dan Pneumonia, membutuhkan penanganan cepat. Jika cepat diatensi, dengan melakukan pemeriksaan, pengobatan, kemudian membenahi lingkungan, diyakini bisa cepat sembuh. Begitu pun sebaliknya, jika lalai bisa berakibat fatal.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) P3KL Dinas Kesehatan Lotim Budiman Satriadi menambahkan, dari data Dinas Kesehatan Lotim sepanjang bulan Mei 2025 lalu, kasus DBD di Lotim tercatat sebanyak 57 kasus, kemudian kasus ISPA pada anak sebanyak 5.066 kasus. Sedangkan kasus Pneumonia pada Balita sebanyak 362 dan Diare pada balita sebanyak 712 kasus.

“kasus ini cukup tinggi, jadi kami harap jika ada gejala-gejala cepat dilakukan pemeriksaan ke faskes agar bisa segera ditangani,” pungkasnya. (par)

 

Editor : Jelo Sangaji
#ispa #penyakit #diare #Dikes Lotim #pneumonia #penyakit anak