LombokPost-Dalam rangka meningkatkan minat dan kegemaran membaca anak usia dini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah menggelar Lomba Bertutur cerita rakyat tingkat SD/MI sederajat.
“Peserta adalah kelas IV SD/MI sederajat. Lomba ini merupakan program perpustakaan daerah yang dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik,” terang Kepala Arpusda Lotim H Mugni, Rabu (18/6).
Lomba bertutur ini menjadi salah satu langkah untuk memotivasi anak-anak sekolah dasar dalam membaca, terutama membaca buku-buku cerita aktivitas budaya lokal.
Dari membaca murid akan memahami kemudian diceritakan. Tema lomba ini juga mengangkat budaya lokal.
Mengingat banyak tradisi-tradisi lokal yang ada di masyarakat terdokumentasikan dalam sebuah buku yang sangat bernilai.
Cerita ini tidak dilakukan dari mulut ke mulut, namun menggunakan teksnya dan naskah yang dibaca.
"Ini untuk merangsang kemampuan memahami cerita oleh anak-anak. Sehingga mereka bisa bedah buku. Kalau SMA ada lisensi buku, dia baca juga bukunya. Ini akan terus kami lakukan karena mendapat dukungan dari perpustakaan nasional," tutup Mugni.
Asisten II Setda Lotim Hadi Fathurrahman menjelaskankan kegiatan ini sangat bagus dan akan merangsang secara spontan anak-anak gemar bercerita. Kemudian hal ini akan berdampak terhadap kegemaran membaca.
“Setelah mereka membaca, mereka akan memahami apa yang mereka baca dan mengekspresikan apa yang mereka baca itu,” terangnya.
Melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan mental anak untuk tampil di depan umum.
Karena Ia melihat saat ini anak-anak jarang yang berani bertanya di kelas setelah selesai diberikan materi.
Baca Juga: SMAN 3 Mataram Dorong Penguatan Budaya Literasi dengan Pembiasaan Membaca
Lomba ini diharapkan terus meningkatkan minat membaca pada anak-anak sekolah dasar, terutama cerita-cerita lokal agar dapat memahami dan mengetahui budaya yang ada di sekitar.
“Melalui kegiatan ini kita harap bisa melahirkan anak-anak yang cerdas dan Smart,” tutupnya. (par/r6)
Editor : Kimda Farida