LombokPost--Lombok Timur (Lotim) memang tak ada habisnya soal pesona wisata.
Selain air terjun dan pegunungan, Lotim juga punya sederet pantai cantik, dan salah satunya yang paling mencuri perhatian adalah Sunrise Land Lombok (SLL) di Kecamatan Labuhan Haji.
Pantai ini menjelma jadi magnet, khususnya saat libur sekolah, dengan keindahan matahari terbitnya yang legendaris.
Sunrise Land Lombok nyaris tak pernah sepi pengunjung. Baik di hari biasa, akhir pekan, apalagi saat libur sekolah panjang.
Dalam beberapa tahun terakhir, SLL bahkan menjadi destinasi favorit di Lotim untuk liburan keluarga, kerabat, hingga komunitas.
Lokasinya yang administratif berada di Dusun Montong Meong, Desa Labuhan Haji, semakin menambah daya tariknya.
Direktur SLL, Qori’ Bayyinaturrosi mengungkapkan bahwa selama lima hari libur sekolah ini, pengunjung yang camping sudah mencapai 200 orang.
”Ini belum puncak libur, data ini akan meningkat nanti kalau perguruan tinggi sudah mulai libur,” ujarnya.
Untuk kunjungan harian, selama enam hari libur sekolah ini, tingkat kunjungan mencapai 4.000 orang.
Diproyeksikan, selama libur sekolah panjang ini, total pengunjung bisa tembus angka 10 ribu orang, terutama jika libur perkuliahan sudah dimulai.
Menurut Qori’, saat penerimaan mahasiswa baru, banyak kegiatan keakraban atau pelantikan organisasi baru yang digelar di sana.
”Kalau setiap akhir pekan Sabtu-Minggu tingkat kunjungan rata-rata mencapai seribu orang lebih. Karena hampir kunjungan pada akhir pekan itu dari pagi sampai malam dan ada yang camping juga,” ungkapnya.
Pengelola Land Lombok juga tak main-main dalam menjaga keamanan.
Mereka berkoordinasi dengan Polsek Labuhan Haji, yang menerjunkan tim patroli khusus, terutama saat ada pengunjung camping.
Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan di SLL dan sekitarnya, melengkapi tim keamanan internal pengelola.
Tingginya kunjungan ini juga dipicu kondisi cuaca yang sangat bagus.
Ombak yang tenang dan cuaca cerah membuat matahari terbit terlihat begitu indah, mengundang wisatawan untuk camping.
”Biasanya pada bulan Juli sampai pertengahan bulan Agustus kondisi cuaca itu sangat bagus. Sehingga sangat aman untuk wisatawan dengan sunrise juga sangat cerah,” kata Qori’.
Selain sunrise yang memukau, pantai ini juga dikenal sangat bersih dan dilengkapi fasilitas lengkap seperti gazebo, toilet, dan mushola.
Kenyamanan pengunjung jadi prioritas utama di Sunrise Land Lombok.
Tak hanya itu, fenomena air surut atau “madak” juga menjadi daya tarik unik bagi wisatawan.
Saat madak, pengunjung bisa berjalan kaki hingga beberapa kilometer ke tengah pantai sambil mencari bintang laut.
”Pada saat madak biasanya juga akan banyak pengunjung. Karena momen itu pengunjung bisa menikmati jalan di tengah laut sambil mencari bintang laut,” jelasnya.
Lokasinya yang bersih dan luas juga menjadikan SLL pilihan favorit berbagai komunitas untuk menggelar kegiatan. (par/r8)
Editor : Kimda Farida