Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Event Bejango Desa Anjani Wujud Upaya Jadi Mandiri, Lotim Punya 101 Desa Wisata

Lombok Post Online • Senin, 21 Juli 2025 | 14:01 WIB

 

BEJANGO DESA: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (dua dari kanan) bersama Sekda Lotim M Juaini Taofik (kanan) membuka event Bejango Desa Anjani di Kecamatan Suralaga, Lombok Timur.
BEJANGO DESA: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (dua dari kanan) bersama Sekda Lotim M Juaini Taofik (kanan) membuka event Bejango Desa Anjani di Kecamatan Suralaga, Lombok Timur.
 

LombokPost - Pemprov NTB melalui Dinas Pariwisata NTB menyambut baik inisiatif pemerintah desa memunculkan event budaya.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pemasaran Dispar NTB Mulki dalam acara pembukaan event Bejango Desa Anjani, di Desa Anjani, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, Jumat (18/7) lalu.

Desa harus bisa menggerakkan potensi sendiri-mulai dari pemuda, UMKM, sampai semangat gotong royongnya.

“Event budaya dari desa ini kami dorong agar desa mandiri. Desa harus bisa menggerakkan potensi sendiri-mulai dari pemuda, UMKM, sampai semangat gotong royongnya,” kata Mulki.

Event budaya desa menurutnya bukan semata untuk mempromosikan wisata di desa tersebut, namun yang jauh lebih utama dari hal tersebut adalah dampak langsung yang dirasakan masyarakat. Terutama dampak ekonomi.

Tren pelaksanaan event di desa memang terus meningkat. Dari 58 event yang masuk dalam Calendar of Event (CoE) 2025, kini mulai bermunculan festival baru yang digagas mandiri oleh desa.

Sebagian besar mengangkat budaya atau event atau festival yang berbasis budaya.

Dispar NTB, kata Mulki akan terus mendorong dan mendukung event-event desa yang sejalan dengan program unggulan gubernur NTB yakni Desa Berdaya.

“Kita cuma kasih pemantik. Sisanya semangat gotong royong dari masyarakat yang harus hidup. Bukan soal besar kecilnya anggaran, tapi nilai kebersamaan dan kemandirian itu yang jadi kekuatan," jelasnya.

Suasana event Bejango Desa Anjani sendiri menjadi satu dari sejumlah event budaya desa yang menarik perhatian.

Baca Juga: Ritual Nyalamaq Dilauk, Tradisi Masyarakat Pesisir Tanjung Luar, Digelar untuk Mempersatukan Warga Suku Bajo Perantauan

Di event yang baru pertama kali digelar tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal hadir melihat geliat event yang begitu meriah.

Kepala Bidang Pemasaran Dispar NTB Mulki dalam acara pembukaan event Bejango Desa Anjani, di Desa Anjani, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, Jumat (18/7) lalu.
Kepala Bidang Pemasaran Dispar NTB Mulki dalam acara pembukaan event Bejango Desa Anjani, di Desa Anjani, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, Jumat (18/7) lalu.

Dari anak-anak, remaja, hingga yang dewasa terlihat memadati lokasi acara pembukaan event tersebut.

Sore itu, kehadiran Lalu Iqbal dan rombongan disambut hangat oleh ratusan warga. Mereka tak hanya datang sebagai penonton, tetapi sebagai tuan rumah yang menghadirkan kekayaan tradisi.

Dalam kesempatan tersebut, Lalu Iqbal turun menyapa para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terlibat aktif dan memadati event budaya tersebut.

“Ini bukan sekadar festival budaya. Ini adalah fondasi kuat pembentukan karakter desa wisata,” puji Lalu Iqbal saat memberi sambutan.

Menurutnya, event tersebut bukan hanya perayaan namun simbol nyata kolaborasi, harapan, dan komitmen dalam membangun NTB dari desa.

“Semuanya demi masa depan desa yang lebih sejahtera,” imbuhnya.

Lebih jauh, politisi partai Gerindra itu menegaskan, semangat pembangunan harus dimulai dari desa. Hal itu selaras dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo yang mengusung pendekatan dari bawah.

Menurutnya, upaya desa dalam menghadirkan event budaya secara mandiri menjadi satu dari banyak cara dalam menghadapi tantangan yang masih dihadapi NTB saat ini, yakni keberadaan 106 desa yang masih berada di garis kemiskinan.

"Dengan program terarah, kondisi tersebut bisa dituntaskan dalam empat tahun ke depan,” ujarnya dengan nada optimis.

Di saat yang sama, Kepala Desa Anjani Muhammad Said menerangkan jika event tersebut memang merupakan tradisi masyarakat dalam menjalin atau merekatkan hubungan antar sesama dan dengan pemerintah.

"Ini bukan sekadar seremoni, ini adalah panggung kebersamaan," kata Said.

Bejango atau bersilaturahmi merupakan cara masyarakat bertemu langsung dengan pemimpin mereka.

Tradisi lokal ini kini bertransformasi menjadi forum dialog sosial yang membawa suasana akrab antara rakyat dan pejabat pemerintahan.

“Dan hal ini terlihat saat pak gubernur kita langsung menyapa pedagang UMKM yang tengah memasarkan barang dagangannya. Interaksi sederhana ini memilik makna tersendiri,” tuturnya.

Selain itu, event Bejango Desa Anjani juga digelar dengan tujuan memberikan semangat baru bagi pengusaha kecil, sekaligus menegaskan, pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, namun juga tentang pemberdayaan.

“Dengan acara ini, masyarakat tidak hanya menyambut, tetapi bisa menyampaikan harapan secara langsung. Tadi saja gubernur menyapa dan berdialog dengan pelaku UMKM,” terangnya.

Dayung bersambut, Sekda Lombok Timur M Juaini Taofik dalam sambutannya menerangkan jika ada 101 desa wisata di Gumi Patuh Karya. Lonjakan kunjungan wisatawan di bulan Juli hingga September menjadi indikator positif keberhasilan konsep ekowisata.

“Mudah-mudahan kehadiran gubernur dan jajaran ini bisa menjadi sarana promosi bagi wisata Desa Anjani,” ujar Taofik. (r3/tih)

Editor : Kimda Farida
#Desa Mandiri #Anggaran #Lombok Timur #Gotong Royong #Pariwisata