LombokPost - Sentra IKM Porang di Desa Pringgabaya Utara, Lombok Timur (Lotim) resmi beroperasi. Pemda berharap kehadiran pabrik ini mampu mendongkrak perekonomian, terutama bagi petani dan pelaku IKM pengolahan porang di daerah itu.
“Ini merupakan potensi yang sangat besar. Pabrik ini sangat modern. Bahkan pabrik ini salah satu pabrik yang dapat mengolah porang sampai menjadi tepung,” terang Bupati Lotim Haerul Warisin saat meninjau sentra IKM Porang, kemarin.
Meski memiliki fasilitas untuk memproduksi hingga menjadi tepung, saat ini produksi porang baru sampai tahap chips. Hal ini disebabkan masih terbatasnya pasokan bahan baku.
Untuk mengantisipasi kekurangan bahan baku, Pemkab Lotim akan menjalin kerja sama dengan seluruh petani porang di NTB dan menjamin harga porang tetap stabil.
“Setiap ada porang kita akan beli dan kita akan produksi terus. Dan hasil produksi ini sudah ada mitra yang siap menyerapnya bahkan sampai ke China. Dan mitranya sampai menginap di sini (pabrik) untuk melakukan pembinaan,” katanya.
Seiring beroperasinya pabrik, petani porang di Lotim mulai menanam kembali. Bupati berharap bahan baku juga bisa didatangkan dari luar NTB guna memenuhi kebutuhan produksi.
Kebutuhan bahan baku pabrik mencapai 50 hingga 80 ton per hari. Dari 7 kilogram umbi porang akan dihasilkan 1 kilogram chips. Sedangkan untuk menghasilkan tepung, dibutuhkan 14 kilogram chips.
“Kita butuh banyak bahan baku untuk tetap berproduksi. Makanya kita berharap petani kita mulai menanam porang dari sekarang. Apalagi lahan-lahan kita ini sangat cocok untuk menanam porang,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Lotim H Muhammad Azlan menyampaikan, saat ini telah terbentuk Perhimpunan Pegiat Porang Nusantara (P3N) dengan anggota mencapai 105 petani dan luas lahan sekitar 280 hektare.
“Ke depan kita akan bekerja sama dengan Dinas Pertanian guna menyiapkan lahan porang untuk mendukung sentra porang ini,” katanya.
Melihat tingginya kebutuhan porang, pasokan tidak bisa hanya mengandalkan dari Lombok saja. Pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan Bima dan Lombok Utara untuk penyediaan bahan baku.
“Bahkan mereka sudah mulai mendatangkan bahan baku dari sana. Selain itu kami juga saat ini sudah memiliki 35 IKM yang khusus mengolah porang menjadi makanan,” tutupnya. (par/r7)
Editor : Siti Aeny Maryam