LombokPost - Ketua DPRD Lombok Timur Muhammad Yusri mendorong Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat tidak hanya mengandalkan zakat dari ASN dan DPRD, tetapi juga menggali potensi zakat lain yang nilainya lebih besar.
"Kita ingin supaya ada transformasi untuk mencari sumber-sumber zakat yang lain. Jangan hanya fokus pada zakat ASN dan DPRD," terang Yusri, Rabu (3/9).
Menurutnya, selama ini pengurus Baznas hanya rutin menarik zakat dari ASN dan DPRD, padahal banyak potensi lain di Lotim yang belum digarap maksimal dengan nilai lebih besar.
Ia mencontohkan zakat BUMN, BUMD, TNI-Polri, pengusaha, dan orang-orang kaya di Lotim. Karena itu ia mendorong pimpinan Baznas berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyalurkan zakat.
"Saya rasa mereka juga akan tertarik untuk menyetorkan zakatnya, dikelola oleh Baznas dan diperuntukkan sebagaimana mestinya. Untuk itu kita dukung mereka supaya menggali potensi-potensi itu," jelasnya.
Ia meyakini jika semua potensi zakat dimaksimalkan, masyarakat miskin akan menerima santunan dari Baznas sehingga kesejahteraan mereka meningkat.
Kendati demikian, ia menilai pimpinan Baznas Lotim saat ini lebih aktif dibanding sebelumnya dalam menggali potensi zakat. Semakin banyak zakat terkumpul, semakin banyak masyarakat terbantu sehingga zakat dapat mengentaskan miskin ekstrem.
"Kalau ini bisa dimaksimalkan dan zakatnya disalurkan ke masyarakat yang kategori miskin ekstrem, maka Insyaallah miskin ekstrem kita akan berkurang," katanya.
Dewan juga meminta Baznas Lotim melaporkan penerima dan realisasi zakat sebagai bentuk keterbukaan dan transparansi pengelolaan zakat.
Sebelumnya, Ketua Baznas Lotim Muhammad Kamli menyampaikan, pihaknya akan memetakan sumber-sumber ZIS di masyarakat, salah satunya perusahaan. Selama ini potensi itu belum digarap maksimal.
“Termasuk kami juga akan melakukan pemetaan para wajib zakat di Lotim,"tutupnya.
Editor : Siti Aeny Maryam