Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PKM Universitas Hamzanwadi Gelar Sosialisasi Produksi Mie Analog Hasil Pendampingan Produksi UD Kaya Rasa di Masbagik Timur

Fatih Kudus Jaelani • Selasa, 9 September 2025 | 20:39 WIB

SOSIALISASI: Tim PKM Universitas Hamzanwadi berfoto bersama peserta sosialisasi dan pendampingan mie analog di Desa Masbagik Timur, Senin (8/9).
SOSIALISASI: Tim PKM Universitas Hamzanwadi berfoto bersama peserta sosialisasi dan pendampingan mie analog di Desa Masbagik Timur, Senin (8/9).
LombokPost – Universitas Hamzanwadi melalui program hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) menggelar kegiatan sosialisasi dan pendampingan produksi mie analog di Desa Masbagik Timur, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan yang merupakan hibah dari Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek RI tahun 2025 itu digelar pada Senin (8/9) lalu.

Ketua Tim PKM Universitas Hamzanwadi Yuyun Febriani menuturkan, kegiatan tersebut dihadiri perangkat desa Masbagik Timur, masyarakat penderita diabetes, anak-anak stunting beserta orang tuanya, serta anak-anak pra sekolah (PAUD dan TK).

“Tujuan sosialisasi ini untuk memberikan edukasi dan memperkenalkan produk mie analog sebagai hasil produksi UD Kaya Rasa sebagai alternatif pangan bergizi yang dapat membantu pengendalian diabetes melitus dan mendukung pencegahan stunting pada anak,” kata Yuyun.

UD Kaya Rasa merupakan sebuah usaha desa yang berlokasi di Dusun Pungkang Penakak, Desa Masbagik Timur, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur. Dijelaskan, usahanya sudah bergerak dalam produksi beras analog, yaitu beras pengganti yang dibuat dari bahan pangan lokal seperti jagung, singkong, sorgum, dan kacang-kacangan.

Sejak dirintis tahun 2018, UD Kaya Rasa memiliki fasilitas produksi dengan mesin penggiling, pencampur, dan pencetak beras analog. Namun, karena kerusakan di mesin utama (mesin pencetak beras analog), sehingga Tim PKM Universitas Hamzanwadi dan UD Kaya Rasa menciptakan produk baru dengan bahan dasar yang sama yaitu mie analog (MieLog) dan variasi produk yang berupa Tepung Mocaf.

“Sekarang usaha ini kembali didorong melalui pendampingan, dengan fokus pada perbaikan mesin, peningkatan kualitas produk, sertifikasi, kemasan standar, branding, dan pemasaran digital, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi lokal,” terangnya.

Dalam kegiatan sosialisasi yang dilakukan, tim pelaksana menjelaskan tentang pangan bergizi dan alternatif untuk pengendalian diabetes melitus dan stunting anak. Kata Yuyun, keberhasilan program ini diharapkan menjadi contoh nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha lokal dalam mengembangkan produk pangan inovatif.

“Melalui hibah ini, kami berharap UD Kaya Rasa mampu meningkatkan daya saing produk serta konsisten dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Yuyun menyampaikan, UD Kaya Rasa menilai pendampingan yang dilakukan tim PKM Universitas Hamzanwadi sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas pangsa pasar. Dengan kecanggihan teknologi dan pemasaran digital berbasis web dan sosial media, pihaknya optimis produk usaha lokal yang didampingi akan dapat diterima masyarakat luas. 

Selain itu, masyarakat juga terlihat antusias mengikuti kegiatan edukasi yang berkaitan dengan usaha lokal. Di samping itu, mereka juga aktif berpartisipasi untuk meningkatkan wawasan tentang kesehatan.

Tim PKM Universitas Hamzanwadi dan Desa Masbagik Timur berharap program pendampingan itu dapat memberikan manfaat ke seluruh pihak dan sejalan dengan agenda nasional dalam peningkatan ketahanan pangan serta pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.

Sosialisasi tersebut juga dihadiri oleh perwakilan pemerintah Desa Masbagik Timur H Rusnan Robby Akbar. Ia menuturkan, kegiatan pendampingan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi pelaku usaha yang lain dalam mengembangkan usahanya. (tih)

 

 

Editor : Jelo Sangaji
#produksi #dppm #Universitas Hamzanwadi #PKM #PKM 2025