LombokPost - Hujan deras yang mengguyur Lombok Timur pada Kamis malam (18/9) memicu banjir di enam desa pada tiga kecamatan. Sejumlah infrastruktur rusak parah, termasuk jembatan penghubung antar desa yang nyaris putus.
"Yang terdampak banjir Desa Tembeng Putik, Apit Aik, Kembang Kerang, Aikmel, Telaga Waru, dan Benyer," terang Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim Lalu Muliadi, Jumat (19/9).
Banjir disebabkan luapan Sungai Tanggek Kecamatan Pringgabaya yang merusak sejumlah infrastruktur. Di antaranya, jembatan penghubung Desa Teko dan Desa Apit Aik nyaris putus diterjang banjir, serta beberapa tanggul sungai mengalami kerusakan parah.
Selain itu, jembatan di Desa Mamben Daya dan Kembang Kerang juga rusak. Sebanyak 25 kepala keluarga yang tinggal di bantaran Sungai Tanggek Desa Tembeng Putik terpaksa dievakuasi ke rumah warga yang lebih aman untuk mengantisipasi banjir susulan.
"Sejak kami mendapatkan laporan, tim langsung bergerak ke lokasi untuk menolong masyarakat, terutama yang tinggal di pinggir sungai. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," katanya.
Pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Provinsi dan instansi terkait agar infrastruktur yang rusak segera ditangani sehingga tidak mengganggu aktivitas warga.
Ia berharap, masyarakat yang tinggal di sekitar sungai tetap waspada terhadap kondisi cuaca. Meski musim kemarau, hujan lebat masih kerap terjadi tiba-tiba.
Sementara itu, Kasi Pemerintahan Desa Apit Aik Andi Nuriadi menambahkan kondisi jembatan penghubung Desa Teko dan Apit Aik sebelumnya memang sudah rusak dan beberapa kali diajukan untuk diperbaiki, namun belum terealisasi.
"Tadi malam hujannya tidak terlalu besar, tapi air sungai cukup deras sehingga mengakibatkan jembatan semakin parah dan nyaris putus," ujarnya.
Saat ini jembatan tersebut tidak bisa dilewati warga karena kondisinya cukup parah. Hal ini mengganggu aktivitas warga, terutama petani yang akan berjualan ke Pasar Apit Aik dan anak-anak sekolah. Masyarakat terpaksa mencari jalan alternatif.
Menurutnya, di Desa Apit Aik hujan hanya gerimis, namun ada tiga lokasi yang terdampak banjir. Meski demikian, tidak ada rumah warga yang rusak dan tidak ada korban jiwa.
"Di Desa Apit Aik sebenarnya tidak hujan, hanya gerimis. Tapi di desa lain hujannya cukup deras, itu yang membuat air sungai tiba-tiba besar, jembatan rusak, dan air naik hingga ke jalan raya. Sekarang jembatannya tidak bisa dilewati warga," tutupnya.
Editor : Siti Aeny Maryam