Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ratusan Murid Ikuti MPLS SRD 3 Lotim

Supardi/Bapak Qila • Rabu, 1 Oktober 2025 | 19:57 WIB
Petugas kesehatan sedang memeriksa kesehatan seorang murid Sekolah Rakyat Dasar Lombok Timur sebelum MPLS
Petugas kesehatan sedang memeriksa kesehatan seorang murid Sekolah Rakyat Dasar Lombok Timur sebelum MPLS

Lombokpost-Ratusan anak dari keluarga miskin di Lombok Timur kini resmi menjadi murid Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 3. Mereka memulai masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dengan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai langkah awal sebelum tinggal di asrama dan menempuh pendidikan dasar secara penuh.

“Hari ini dimulai MPLS, kegiatannya pemeriksaan kesehatan gratis,” terang Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Lotim Suroto kepadaLombok Post, Selasa (30/9).

Cek Kesehatan Gratis (CKG) bertujuan memudahkan guru melakukan pengawasan dan memberikan perawatan terhadap murid.

Suroto menegaskan jika ada anak terdeteksi mengidap penyakit, bukan berarti tidak diterima di SRD. Semua anak yang dinyatakan lolos tetap wajib diterima meskipun memiliki penyakit.

“Ini untuk deteksi dini, dan memudahkan melakukan pendampingan serta perawatan jika ada penyakit yang ditemukan,” jelasnya.

Jumlah murid SRD 3 Lotim mencapai 100 orang dari 21 kecamatan, sebagian besar berasal dari Kecamatan Lenek dan Wanasaba. Mereka berasal dari keluarga miskin kategori desil 1 dan 2 dengan usia 7-12 tahun.

Di SRD ini terdapat kelas 1 hingga kelas 6. Semua murid diwajibkan tinggal di asrama. Setelah lulus dari SRD mereka akan melanjutkan ke SRMP hingga SRMA.

Wakil Bupati Lotim Moh Edwin Hadiwijaya mengapresiasi orang tua yang telah memasukkan anaknya ke SRD di usia masih sangat muda. Terlebih masa anakanak cukup sulit untuk berpisah dari orang tua.

“Setiap 10 orang anak akan diawasi satu wali asrama. Karena usia masih anak-anak, orang tua boleh berkunjung setiap hari, asalkan tidak datang saat jam belajar dan menginap,” katanya.

Jumlah murid di SRD ini dinilai masih terbatas, hanya 100 orang. Ke depan diharapkan ada tambahan kuota dari pemerintah agar lebih banyak anak dari keluarga miskin bisa terserap dan tidak ada alasan anak miskin tidak sekolah.

Selain itu ia berharap ada jenjang SMP di Lotim agar pendidikan anak-anak bisa berlanjut dari SD, SMP hingga SMA.

Sementara itu, salah satu orang tua murid Suarni asal Desa Loyok Kecamatan Sikur bersyukur dengan adanya program sekolah rakyat ini. Ia menilai program SRD sangat membantu di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.

“Anak saya kelas dua sekarang, kami sangat bersyukur ada program ini, ini sangat membantu kami dari kalangan kurang mampu. Karena semua biaya ditangani kalau di sini (SRD),” katanya. 

Editor : Siti Aeny Maryam
Sumber : Lombok Post
Sekolah Rakyat Lotim miskin