Lombokpost-Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur menugaskan tim pendamping keluarga (TPK) untuk mengawasi distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan agar makanan yang diberikan aman dikonsumsi serta terhindar dari risiko keracunan.
“Kita sudah menyiapkan TPK di masing-masing desa untuk mengawasi menu yang akan diberikan kepada sasaran,” terang Kadis DP3AKB Lotim Ahmat, Kamis (2/1).
Ahmat mengatakan, pihaknya juga menyiapkan dana operasional TPK untuk pengawasan MBG di desa. Langkah ini dilakukan agar MBG yang diterima sasaran benar-benar aman dikonsumsi dan sehat.
“Sebelum didistribusikan ke sasaran, TPK harus cek dulu kondisi makanannya. Apakah menunya tidak berubah warnanya atau teksturnya, ini untuk mengantisipasi adanya permasalahan seperti keracunan,” jelasnya.
Selain melayani siswa di satuan pendidikan, SPPG juga akan melayani 10 persen ibu hamil, ibu nifas, dan balita. Karena itu, ia menilai keterlibatan TPK sangat penting dalam mengawasi pendistribusian makanan.
Sebanyak 3.000 TPK di Lotim akan dikerahkan untuk mengawasi MBG. Mereka akan dibekali surat tugas dan kartu identitas sebagai legalitas.
“Kita akan melakukan koordinasi bersama SPPG, sebagai bentuk kolaborasi untuk menyukseskan program MBG ini,” tandasnya.
Pemberian MBG diharapkan mampu mencegah dan menurunkan kasus stunting. Mengingat sasaran MBG ini merupakan keluarga berisiko stunting dan anak stunting.
“Jadi kualitas makan harus betul-betul kita pastikan sehat dan baik yang diterima,” tutupnya.
Sebelumnya, Sekda Lotim H M Juaini Taofik menyampaikan Pemkab Lotim juga menyempurnakan dan memaksimalkan peran satgas MBG yang telah dibentuk. Satgas bertugas melakukan pembinaan, pendampingan, dan pengawasan terhadap dapur MBG.
“Sekarang melalui satgas MBG, SPPG sudah mulai terbuka dan selalu berkoordinasi dengan Pemkab Lotim, kalau sebelumnya mereka terkesan tertutup,” katanya.
Editor : Siti Aeny Maryam