LombokPost - Hampir setiap kios kecil hingga ritel modern, di sudut pulau Lombok, roti produk Misdin, warga Desa Sukadana, Kecamatan Terara ini bisa ditemukan. Keberhasilan ini buah dari semangat dan kegigihan Misdin menjalankan usahanya setelah berulang kali terjatuh dan gagal.
Aroma roti panggang menyeruak dari gudang sederhana di Desa Sukadana Kecamatan Terara. Di dalamnya, mesin pengaduk tepung berputar tanpa henti. Di atas meja besar, sejumlah ibu-ibu sibuk memasukkan selai ke dalam adonan yang sudah siap dibentuk.
Di luar gudang, sepeda motor dengan gerobak sederhana silih berganti keluar masuk, mengangkut roti yang baru matang untuk dipasarkan. Dalam sekejap, tumpukan roti di ruang tamu pun ludes.
Sesampainya di kampung halaman, berbagai usaha dicoba. Semua kemampuan ia keluarkan, tapi tak satu pun memberi hasil. Modal pun habis terkuras.
“Betul-betul semua modal saya habis, bingung saya mau lakukan apa lagi. Tapi saya yakin bahwa kegagalan adalah tangga menuju kesuksesan,” jelasnya.
Cobaan belum berhenti. Ia sempat ditipu temannya sendiri hingga makin terpuruk. Namun Misdin tak menyerah. Ia kembali bangkit, mencoba membuka usaha roti meski harus berutang untuk membeli bahan-bahan kue.
Awal usaha dijalani sendirian. Mulai dari membuat adonan, memanggang, mengemas, hingga berkeliling menjual ke kampung-kampung. Kualitas rasa menjadi hal yang paling dijaga.
“Semua pengetahuan dan kemampuan yang saya miliki saya keluarkan, kualitas dan rasa jajan tetap saya jaga. Saya yakin jika sudah seperti itu usaha tidak akan mengkhianati hasil,” ujarnya.
Usahanya perlahan mendapat tempat di hati masyarakat. Roti buatannya disukai banyak orang. Ia tak perlu lagi berkeliling menjual, karena pembeli datang sendiri. Pesanan pun terus berdatangan.
Menurut Misdin, keberhasilan bukan ditentukan oleh besar kecilnya modal, tetapi oleh keterampilan dan kesungguhan.
“Banyak yang cemooh dan menghujat maupun menipu saya, semuanya sudah habis saya lalui. Tapi saya tidak balas, justru semangat yang saya tunjukkan. Kesempatan untuk berhasil selalu ada selama kita mau berusaha,” tutupnya. (*/r7)
Editor : Prihadi Zoldic