LombokPost- Puluhan siswa di Kecamatan Pringgabaya dilarikan ke Puskesmas setelah memakan nasi goreng menu makan bergizi gratis (MBG). Tak hanya siswa, sejumlah guru juga diduga mengalami hal yang sama.
"Kejadiannya setelah pulang sekolah. Tiba-tiba merasa mual dan muntah saat pergi Jumatan, bahkan dia (Anak) sempat muntah di tempat Jumatan," terang Solihin kepada Lombok Post, saat ditemui di Puskesmas Batuyang, Sabtu (18/10).
Kata dia, sepulang sekolah anaknya belum pernah makan apapun selain nasi goreng menu MBG di sekolah. Sehingga diduga penyebab anaknya muntah-muntah ialah menu MBG tersebut.
Selain itu, diakui anaknya selama ini juga tidak memliki riwayat penyakit apapun. Kejadian seperti ini tidak pernah diakui sebelumnya tidak pernah terjadi. Selain anaknya puluhan siswa juga mengalami hal yang sama. Bahkan ada juga yang di rawat di Klinik.
"Kami harap supaya dievaluasi, penyajiannya lebih higienis dan steril lagi. Menunya cuma nasi goreng dan sambel aja kemarin," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Batuyang, Lalu Muhammad Ilmi, menyampaikan bahwa total siswa yang dilarikan ke Puskesmas sebanyak 23 orang.
Baca Juga: MBG Catat Nol Kasus Keracunan di 411 Daerah, Bagaimana di NTB?
Sebagian besar siswa yang dialirkan ke Puskesmas, langsung pulang di hari yang sama setelah mendapat pemeriksaan kesehatan, hanya beberapa orang yang menjalani rawat inap.
"Tinggal dua yang masih rawat inap. Tapi hari ini insyaallah sudah bisa pulang. Karena kondisinya sudah membaik. Sejak siang sampai malam itu ada 23 orang yang kita tangani. Tapi bisa pulang langsung karena kondisinya tidak terlalu parah," bebernya.
Ia menyebutkan gejala yang dirasakan pasien ialah mual dan muntah. Pihaknya telah mengambil sampel makanan di dapur SPPG, dan sudah dikirim ke Dinas Kesehatan untuk diteliti lebih lanjut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, puluhan siswa yang diduga keracunan MBG berasal dari sejumlah sekolah di Kecamatan Pringgabaya dari SPPG yang sama. Mulai dari tingkat TK-SMP. Selain siswa, sejumlah guru yang mencicipi makan tersebut juga dikabarkan mengalami kondisi yang sama.
Sementara pihak SPPG saat didatangi untuk dikonfirmasi, enggan memberikan komentar terkait masalah ini.
Editor : Siti Aeny Maryam