Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Satgas MBG Minta Makan Langsung Disantap Tak Boleh Ditunda dan Dibawa Pulang untuk Cegah Keracunan

Supardi/Bapak Qila • Rabu, 22 Oktober 2025 | 17:52 WIB

Salah seorang anak sedang menjalani perawatan di Puskesmas Batuyang, Kecamatan Pringgabaya karena diduga keracunan MBG.
Salah seorang anak sedang menjalani perawatan di Puskesmas Batuyang, Kecamatan Pringgabaya karena diduga keracunan MBG.
Lombokpost-Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Lombok Timur (Lotim) mendorong agar siswa bisa makan bersama di sekolah. Tujuannya agar makanan langsung dikonsumsi siswa untuk mengantisipasi kasus keracunan.

"Setelah kami melakukan investigasi, yang diduga menjadi penyebab keracunan di Pringgabaya kemarin adanya jarak yang cukup panjang makanan itu dikonsumsi setelah disajikan. Sehingga kami merekomendasikan supaya sekolah juga memimpin makan bersama di sekolah," terang Ketua Satgas MBG Lotim M Juaini Taofik, Selasa (21/10).

Ia berharap MBG bisa tepat sasaran dengan memastikan makanan dimakan langsung siswa di sekolah, bukan dibawa pulang. Sebab hal itu dapat menyebabkan makanan berubah dan menjadi penyebab keracunan.

Ia juga menegaskan semua guru yang sudah menerima MBG agar mengontrol anak-anak ketika makan, untuk memastikan makanan dimakan di tempat. Mengingat bahan makanan MBG menggunakan bahan segar tanpa pengawet.

"MBG ini kan makanan tanpa pengawet, jadi mudah berubah. Jadi tidak bisa ditunda-tunda untuk dimakan. Yang keracunan kemarin ini salah satunya penyebabnya diduga karena dibawa pulang dan telat dimakan," katanya.

Menurutnya tidak masalah jika jam belajar digunakan untuk makan bersama. Hal itu dinilai lebih baik dibandingkan menunggu makan yang bisa berdampak pada anak-anak.

Sementara terkait dapur MBG yang tutup di Lotim, hal itu menjadi ranah BGN, bukan satgas. Ia menyebut MBG program yang baik sehingga membutuhkan dukungan semua pihak, terutama OPD.

Sebelumnya, puluhan siswa dari TK hingga SMP di Kecamatan Pringgabaya dilarikan ke puskesmas dan klinik setelah mengonsumsi nasi goreng MBG. Namun sebagian besar langsung dipulangkan karena kondisinya tidak parah, hanya beberapa yang menjalani rawat inap.

"Total siswa yang dibawa ke Puskesmas sebanyak 23 orang. Namun sebagian besar langsung pulang setelah pemeriksaan kesehatan dan hanya beberapa orang yang menjalani rawat inap," terang Kepala Puskesmas Batuyang Lalu Muhammad Ilmi.

Ia menyebutkan gejala yang dirasakan pasien berupa mual dan muntah. Pihaknya telah mengambil sampel makanan di dapur SPPG dan sudah dikirim ke Dinas Kesehatan untuk diteliti lebih lanjut.

Berdasarkan informasi, puluhan siswa yang diduga mengalami keracunan MBG berasal dari berbagai sekolah di Kecamatan Pringgabaya dari SPPG yang sama, mulai dari tingkat TK hingga SMP. Selain siswa, sejumlah guru yang mencicipi makanan tersebut juga mengalami kondisi serupa.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Mbg #keracunan #Lotim