Lombokpost- Dalam rangka memperluas wawasan mahasiswa tentang korelasi pariwisata dengan teknologi.
Prodi Pariwisata Universitas Hamzanwadi, Pancor mengahdirkan narasumber dari Australia pada kuliah umum kepariwisataan yang mengangkat tema the impact of smartphone addiction on youth's concern for nature.
"Ini menjadi salah satu langkah kita dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pariwisata," terang Koordinator Prodi Pariwisata, Muhammad Ramli, Rabu (22/10).
Kata dia, dalam kurun waktu enam tahun terakhir, perubahan teknologi sangat pesat dan semakin menantang bagi dunia pendidikan, khsusunya bagi mahasiswa sendiri.
Ketergantungan mahasiswa penggunaan smartphone, di kalangan mahasiswa dinilai menjadi tantangan bagi dunia kampus, untuk melahirkan mahasiswa yang memiliki daya nalar kritis.
Sementara, itu Lily Mathews pegiat pariwisata lulusan Deakin University Australia menyampaikan keberadaan smartphone jangan dijadikan sebagai suatu yang dominan. Sebab smartphone hanya alat bantu untuk memudahkan komunikasi dan menemukan informasi.
"Kita tidak berarti menghilangkan peran dari Smartphone, tapi bagaimana keberadaan smartphone tersebut dapat diseimbangkan sesuai dengan kebutuhan," katanya.
Kata dia, seperti yang biasa dilakukan di negaranya, penggunaan sosial media hanya sebatas pada kebutuhan yang bersifat membangun hubungan sosial di dunia maya.
Sementara dr Jailani Al-Pansori Dekan Fakultas Bahasa, Seni dan Humaniora bahwa mahasiswa dapat menggunakan smartphone hanya untuk meningkatkan literasi,
"Keberadaan teknologi ini dapat memudahkan mahasiswa dalam mencari jurnal-jurnal yang relevan dengan keilmuannya, " tutupnya. (par)
Editor : Kimda Farida