Lombokpost-Koperasi Desa merah putih akan mendapatkan pendampingan dari sejumlah pihak, mulai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemprov NTB dan TNI. Hal ini untuk memastikan koperasi merah putih dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
"Untuk pendampingan dari KKP ini, Masing-masing Kabupaten, ada tiga koperasi yang akan di dampingi, " terang Kadis Koperasi dan UMKM Lotim Muhammad Safwan, Rabu (22/10).
Tiga koperasi yang diajukan untuk mendapatkan pendampingan dari KKP ialah Koperasi Jerowaru, Labuhan haji dan Sugian. Tiga koperasi tersebut merupakan koperasi yang berada di daerah pesisir.
Selain dari Kementerian KKP, koperasi akan mendapatkan pendampingan dari Pemprov NTB. Di mana masing-masing kabupaten/Kota mengusulkan lima koperasi merah putih sebagai koperasi percontohan dan mendapatkan pendampingan serta pelatihan.
"Kalau lima koperasi yang akan didampingi oleh Pemprov ini dia memiliki embrio usaha yang jelas," jelasnya.
Termasuk koperasi juga akan mendapatkan pendampingan dari TNI. Pihaknya sudah mengajukan dua Kopdes untuk mendapatkan pendampingan yakni Kopdes Merah Putih Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik dan Penjaring, Kecamatan Sakra Barat.
"Jadi banyak pihak yang mengawal koperasi ini agar bisa tumbuh dan berjalan. Dan kami juga akan memberikan sosialisasi kepada Koperasi sebagai bekal untuk menjalankan koperasi," katanya.
Sementara itu, Kabid Koperasi Diskop dan UMKM Lotim Irwan Khair menyampaikan bahwa proses pembuatan Koperasi merah putih saat ini ialah pada tahap perekrutan pendamping Bisnis Asisten Tingkat kecamatan dan Project manajemen Office di tingkat kabupaten.
"Pendamping bisnisnya ada 25 orang yang tersebar di semua kecamatan di Lotim. Kemudian kalau PMO tingkat kabupaten itu ada dua orang. Itu sedang berproses sekarang, jadi belum ada yang berjalan Koperasi merah putih," jelasnya.
Kata Dia, satu orang Bisnis Asisten akan mendampingi 8-12 koperasi. Tugas Bisnis Assiten akan mendampingi koperasi merah putih untuk perencanaan bisnis sampai dengan pendampingan Koperasi untuk mendapatkan modal usaha di Bank Himbara.
"Kalau dua Koperasi desa yang sudah berjalan yakni Kembang Kuning dan Kembang kerang itu, karena sudah memiliki item usaha yang sudah berjalan, karena yang dikoneksikan dengan BUMDes," katanya.(par)
Editor : Jelo Sangaji