Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Melihat Mata Air di Pinggir Laut Desa Seruni Mumbul

Supardi/Bapak Qila • Selasa, 4 November 2025 | 18:57 WIB
Sejumlah anak-anak di Desa Seruni Mumbul data Masi di kubangan di dekat penampungan salah satu mata air yang ada di dekat pantai Desa Seruni Mumbul.
Sejumlah anak-anak di Desa Seruni Mumbul data Masi di kubangan di dekat penampungan salah satu mata air yang ada di dekat pantai Desa Seruni Mumbul.

LombokPost-Di tengah teriknya pesisir Lombok Timur, air jernih yang muncul dari dasar laut menjadi anugerah bagi warga Desa Seruni Mumbul. Sumber alami itu tak pernah kering, mengalir tenang dan setia memenuhi kebutuhan hidup masyarakat, bahkan di musim kemarau paling panjang.

Sejumlah anak terlihat asyik mandi dan bermain air di kubangan mirip kolam ikan. Airnya jernih dan segar. Sesekali mereka naik ke pinggir kubangan untuk berjemur, lalu kembali berendam. Di tengah cuaca terik belakangan ini, mereka seakan enggan meninggalkan kolam alami itu.


Di samping kubangan, tampak kolam berukuran lebih besar. Di atasnya berdiri bangunan beratap baja ringan dengan jeruji besi di sekelilingnya. Bangunan itu merupakan tempat penampungan salah satu mata air di Desa Seruni Mumbul sebelum didistribusikan ke masyarakat.

Kepala Desa Seruni Mumbul Tadjuddin mengatakan, desanya memiliki banyak sumber mata air, di darat maupun di laut. Khusus di laut, terdapat sekitar empat hingga lima titik mata air. Meski berada di tengah laut, airnya tetap segar, tidak payau, bahkan sangat dingin.

“Rasanya seperti air yang mengalir dari pegunungan. Airnya dingin, meskipun berada di laut dan sekitar pantai, rasanya juga tidak asin. Padahal kita (Desa Seruni Mumbul) jauh dari daerah pegunungan,” terang Tadjuddin.


Selain jernih dan segar, air itu bisa langsung diminum karena tidak terkontaminasi air laut. Untuk memudahkan masyarakat dan nelayan mengambilnya, dibuat tampungan dari buis beton agar tetap terlindung dari air asin.

“Sebelumnya kami berencana untuk mengelolanya dengan dibuatkan Pamdes. Tapi terbentur dengan aturan-aturan penggunaan dana desa. Penggunaan DD sekarang diatur oleh pusat. Makanya masyarakat yang kelola sendiri secara sederhana,” jelasnya.

Menurutnya, jika mata air yang melimpah ini dikelola dengan baik melalui Pamdes, akan memberikan dampak positif terhadap Pendapatan Desa (PADes) dan mendukung program pembangunan.

Meski memiliki banyak mata air, tidak semua warga Seruni Mumbul memanfaatkannya. Sebagian masih menggunakan air PDAM karena pengelolaan sumber air belum maksimal.

Setiap tahun debit air ini tidak pernah surut, bahkan di tengah kemarau panjang. Beberapa mata air di bibir pantai melimpah hingga terbuang ke laut karena tidak tertampung.

Diceritakan, mata air ini sudah ada sejak zaman dahulu. Nama Desa Seruni Mumbul bahkan diambil dari kata Embulan, yang berarti mata air. Keberadaan sumber air ini dianggap sebagai berkah dan kuasa Tuhan.

Editor : Siti Aeny Maryam
#mata air #Seruni #Lotim #pantai