LombokPost-Ratusan warga binaan lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong, menjalani skrining Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (TBC) menggunakan intervensi Chest X-Ray (CXR), acara ini dilakukan dalam rangka meminimalisir terjadinya penyebaran penyakit menular di lingkungan Lapas.
"Tadi kami mendapatkan kunjungan dari tim dari Tirta medical center, yang bekerja sama dengan kementerian kesehatan melalui Dinas Kesehatan provinsi NTB. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Screening aktif kasus TBC, bagi warga binaan Lapas Selong," terang Kepala Lapas Kelas IIB Selong, Ahmad Sihabudin, Senin (3/11).
Jumlah warga binaan saat ini mencapai sekitar 500 orang. Sementara target pemeriksaan TBC yang ditetapkan Dinas kesehatan akan menyasar 431 WBP di Lapas Selong yang akan dilaksanakan selama dua hari 3-4 November.
Pemeriksaan ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap prioritas kesehatan nasional dalam Asta Cita Presiden, khususnya terkait percepatan penurunan kasus TBC melalui deteksi dini.
"Sebelumnya sempat ditemukan satu kasus TBC di bulan sebelumnya di dalam Lapas.Tapi yang bersangkutan telah menjalani pengobatan dan dinyatakan sembuh dan juga sudah menjalani isolasi," ungkapnya.
Sihabudin menyebut, hingga saat ini tidak ditemukan adanya gejala-gejala TBC baru di lingkungan Lapas Selong. Hal ini diakui tidak lepas dari pemeriksaan rutin yang dilakukan oleh internal Lapas Selong.
Baca Juga: Lapas Selong Jalin Kerja Sama dengan Disnakeswan Untuk Program Penggemukan Sapi
Deteksi dini TBC ini dilakukan dengan rontgen dada setiap warga binaan. Jika ditemukan bintik putih di bagian dada. Maka yang bersangkutan akan diperiksa mendalam di laboratorium.
"Pemeriksaan ACF TBC ini merupakan komitmen Lapas Selong dalam memastikan hak kesehatan WBP terpenuhi. Kami ucapkan terima dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat," ungkapnya .
Kegiatan ini disebut tidak hanya soal pemeriksaan, tetapi menjadi bentuk tanggung jawab moral dan institusional dalam menciptakan lingkungan rutan yang sehat.
Baca Juga: Raih Sertifikat Halal, Lapas Selong Jamin Keamanan dan Kesehatan Makanan Warga Binaan
Deteksi dini TBC dinilai sangat penting dilakukan, karena kesehatan WBP menjadi prioritas utama. Melalui pemeriksaan ini diharapkan dapat mempercepat penemuan kasus dan memutus rantai penularan di dalam Lapas.
Sementara itu, PLT Kepala Dinas Kesehatan Lotim Lalu Aries Fahrozi menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor, untuk mencegah dan deteksi penularan kasus TBC, terutama di lingkungan Lapas. Dalam Asta Cita Presiden, kesehatan adalah komponen utama termasuk tatalaksana pengendalian TBC secara nasional.
"Karena itu, kami memandang kegiatan seperti ini harus dilaksanakan dengan serius, terutama di lingkungan pemasyarakatan yang berisiko tinggi,” Singkatnya.
Editor : Siti Aeny Maryam