Lombokpost- Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan pelatihan kewirausahaan kepada 100 orang pemuda dari keluarga kategori miskin ekstrem. Pelatihan ini dalam rangka mengataskan kemiskinan ekstrem di Lotim.
"Kegiatan ini bertujuan menumbuh kembangkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan berwirausaha para pemuda sesuai minat, bakat mereka," terang Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora RI Yohan, Selasa (4/11).
Kata dia, kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan dari Kemenpora untuk menuntaskan masalah kemiskinan ekstrem, dan membawa pemuda keluar dari kemiskinan ekstrem.
Disebutkan saat ini pemerintah hanya memberikan bantuan dalam bentuk pelatihan. Namun ke depan pemerintah akan menyiapkan fasilitas lebih banyak lagi bagi pemuda. Mulai dari pelatihan yang dilakukan lebih lama, hingga satu bulan penuh agar mendapatkan sertifikasi kompetensi.
Selain itu, pemerintah juga akan menyiapkan bantuan modal dan fasilitas lainnya. Meskipun diakui setiap tahun Kemenpora telah memberikan bantuan uang, dengan jumlah yang masih terbatas.
“Ke depan program ini akan terus kita kembangkan dengan bekerja sama dengan Pemkab,” ujarnya.
Pelat yang diberikan semua jenis usaha, tergantung minat masing-masing peserta. Program ini akan dievaluasi setiap tahun, dengan harapan dapat mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui kepemudaan.
Pelatihan ini menyasar pemuda dalam rentan usia 16 sampai 30 tahun. Yang memiliki minta berwirausaha, memiliki usaha baik perorangan maupun kelompok. .
"Nanti mereka kita harapkan bisa mandiri dan membuka lapangan pekerjaan dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang ada di sini (Lotim)," ujarnya.
Setelah pelatihan ini para peserta diharapkan tidak lagi menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan agen inovasi. Sehingga tidak lagi menjadi pencari kerja, tetapi pembuka lapangan pekerjaan bagi pemuda yang lain.
Wakil Bupati Lotim Moh. Edwin Hadiwijaya menambahkan tercatat sekitar 15.000 lebih Kepala Keluarga (KK) di Lotim masuk dalam data miskin ekstrem. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi solusi kemiskinan, terlebih target nasional di tahun 2026 pengentasan kemiskinan ekstrem harus tersisa 0,5 persen.
“Saat ini lintas sektoral, lintas lembaga harus berkolaborasi dengan lebih erat. Kita bersyukur ada pelatihan seperti ini,” ungkapnya.
Ia meminta Dispora Lotim dapat mengamankan data peserta pelatihan. Mengingat tahun 2026 ada program desa berdaya dari Provinsi NTB. Program itu diharapkan pemuda yang mengikuti pelatihan ini bisa mendapatkan batuan di desanya yang menjadi sasaran desa berdaya.
Selain itu, Pemkab Lotim juga akan menyiapkan akses bantuan modal usaha, dengan mengalokasikan anggaran pinjaman modal dengan subsidi bunga dengan besaran Rp2,5 miliar. (par)
Editor : Marthadi