Lombokpost-Daerah Sembalun diproyeksikan akan menjadi pusat pengembangan benih kentang, khususnya varietas Chitra di Indonesia.
Untuk itu diharapkan pemerintah pusat memberikan perhatian kepada petani dalam bentuk alat mesin pertanian (alsintan) untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas hasil pertanian.
“Terima kasih kepada Kementerian Pertanian dan PT Pupuk Kaltim serta beberapa mitra lainnya yang telah berkomitmen mengembangkan sistem perbenihan kentang di Sembalun, ”terang Wabup Lotim Moh Edwin Hadiwijaya saat Panen Benih Kentang Industri Varietas Chitra (GO) di Sembalun, Kamis (6/11).
Panen raya kentang ini menjadi upaya mendukung ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan impor.
Baca Juga: Sukses di Sembalun! Produksi Benih Kentang Naik 26 Persen, Petani Raup Rp 115 Juta Per Musim
Ia menegaskan bahwa sektor pertanian berkontribusi hingga 20 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lotim. Kegiatan ini menjadi bagian penting sebagai upaya pemerintah daerah memperkuat ekonomi masyarakat.
“Dengan adanya program ini kita harapkan dapat memantik semangat para petani untuk terus berinovasi, ”ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Sayuran dan tanaman obat Kementan RI Muhammad Agung Sanusi, menegaskan produksi kentang nasional pada tahun 2024 mencapai 1,2 juta ton, dengan proyeksi peningkatan menjadi 1,22 juta ton pada 2025.
Baca Juga: Hidupkan Potensi Daerah, Klaster Usaha Kain Tuan Kentang Palembang Naik Kelas Berkat BRI
“Angka ini menunjukkan Indonesia mulai menuju swasembada kentang, terutama untuk varietas konsumsi,” ujarnya.
Kendati demikian, kebutuhan kentang industri untuk bahan baku olahan seperti Potato Chips atau pun French Fries masih tinggi, mencapai 140-150 ribu ton per tahun. Sementara produksi dalam negeri baru sekitar 50-60 ribu ton.
Menurutnya apa yang dilakukan petani di Sembalun menjadi tonggak penting dalam mengurangi ketergantungan impor kentang industri. Ia mendorong efisiensi produksi melalui peningkatan kualitas benih, pembangunan infrastruktur, hingga penyediaan fasilitas.
Baca Juga: Lezatnya Donat Mimi Rasa, Tetap Lembut Meski Tanpa Kentang
“Sembalun kini mulai diproyeksikan sebagai pusat perbenihan kentang nasional, khususnya untuk varietas industri, ”tutupnya.
Pembina kelompok tani Sembalun Sejahtera 441, Pending Dadih Permana menyampaikan pengembangan kentang di daerah Sembalun difokuskan pada varietas kentang Chitra, guna memenuhi kebutuhan benih bagi petani di seluruh Indonesia.
“Program Agrosolution merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pertanian berkelanjutan dari hulu hingga hilir, melalui pendampingan, akses permodalan, dan penerapan teknologi tepat guna, ”katanya.
Program ini juga sejalan dengan misi kedua Asta Cita Presiden Prabowo, yakni hilirisasi pertanian dan kemandirian pangan nasional. Pengembangan kawasan perbenihan kentang industri di Sembalun.
Diharapkan menjadi langkah strategis menuju swasembada kentang serta membuka jalan bagi penguatan ekonomi daerah melalui peningkatan nilai tambah produk pertanian.
Editor : Akbar Sirinawa