LombokPost- Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, Rudi Sulistyo mengapresiasi Pemkab Lombok Timur atas capaian dan inovasi yang berhasil dilakukan melalui program-program keuangan daerah.
Bahkan Tim TPKAD Lotim berhasil meraih penghargaan atas capain dan serta kemajuan program Lotim Berkembang.
“Kami berterima kasih atas dukungan Lotim, sekaligus mengucapkan selamat atas penghargaan yang diraih. Kehadiran kami hari ini adalah untuk memperkuat capaian akses keuangan daerah, Lotim menjadi salah satu daerah yang terpilih dalam pelaksanaan SASKAD, dan merupakan sebuah kehormatan bagi kami,” ungkap Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo.
Sebagai upaya percepatan inklusi keuangan di Lotim, kembali diperkuat melalui audiensi penyampaian Market Research Survei Akses Keuangan Daerah (SASKAD).
Acara ini menjadi ruang koordinasi strategis antara pemerintah daerah, regulator, dan lembaga keuangan.
SASKAD akan terintegrasi ke dalam SIPD, sehingga berpotensi memberi dampak positif pada penilaian dan peluang insentif fiskal.
Sementara itu, Wakil Bupati Lotim Moh Edwin Hadiwijaya menyampaikan apresiasi atas kunjungan OJK NTB dan menekankan pentingnya penguatan TPKAD.
Menurutnya, dengan jumlah penduduk yang besar, berbagai persoalan ekonomi dan keuangan memang memerlukan intervensi dan kolaborasi.
“Keberadaan TPKAD sangat membantu dalam mengurai masalah-masalah terkait keterbatasan akses keuangan masyarakat. Karena itu, pertemuan ini sangat menentukan arah kebijakan inklusi keuangan daerah,” jelasnya.
Ia memaparkan ada tiga program unggulan Lotim tahun 2025, yakni EPIKS (Ekosistem Pesantren Inklusif Keuangan Syariah), Lotim Berkembang (Berantas Rentenir Melalui Kredit Tanpa Bunga), dan program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar).
Tiga program tersebut menjadi faktor penting yang mengantarkan Lombok Timur meraih TPKAD Award.
Ia menambahkan bahwa pengembangan inovasi keuangan tetap menjadi kebutuhan penting di masa mendatang.
Salah satu sektor yang menuntut perhatian adalah komoditas porang.
Meskipun terdapat pabrik berkapasitas 50 ton per hari di Lotim, pasokan bahan baku dari petani lokal masih minim.
“Permodalan bagi petani porang menjadi kunci untuk meningkatkan produksi. Begitu juga dengan potensi rumput laut dan koperasi Merah Putih yang perlu terus didorong melalui inovasi pembiayaan,” ujarnya.
Baca Juga: Delapan Fintech Lending Belum Penuhi Modal Minimum, OJK Dorong Injeksi Investor
Melalui audiensi ini, Pemkab Lotim bersama OJK dan pemangku kepentingan lainnya berharap dapat memperkuat strategi peningkatan inklusi keuangan yang lebih merata, responsif, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.(par)
Editor : Kimda Farida