Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Satlantas Lotim Panggil Orang Tua Pengendara Bawah Umur yang Gunakan Knalpot Racing

Supardi/Bapak Qila • Rabu, 26 November 2025 | 19:04 WIB

 

Salah satu pengendara bawah umur yang terjaring razia zebra saat mengganti knalpotnya di Satlantas Polres Lotim.
Salah satu pengendara bawah umur yang terjaring razia zebra saat mengganti knalpotnya di Satlantas Polres Lotim.
Lombokpost- Meski tidak diberikan sanksi tilang bagi pengendara yang tidak tertib berlalu lintas, khususnya yang menggunakan knalpot racing. Namun Satlantas Polres Lombok Timur (Lotim) tetal memberikan efek jera bagi pengendara yang tidak tertib. Terlebih pengendara di bawah umur dengan memanggil orang tua mereka untuk mengganti knalpot racing menjadi standar.

"Memang tidak ditilang tapi kita tetap berikan sanksi tegas. Kalau Pengendara yang sudah umur 18 tahun ke atas merek yang harus ganti sendiri knalpotnya tanpa harus bawa orang tua. Tapi kalau bawah umur wajib panggil orang tuanya dan mereka yang ganti langsung," terang Kasat Lantas Polres Lotim, AKP Abdul Rachman, Rabu (26/11).

Bagi pelanggar di bawah umur ini, selain harus ganti knalpot dengan yang asli. Mereka bersama orang tuanya akan menandatangani surat perjanjian untuk tidak menggunakan knalpot racing lagi.

Hal ini bertujuan untuk mengedukasi orang tua, agar dapat berperan aktif untuk meningkatkan kesadaran anak-anak dalam berkendara dan tidak ugal-ugalan di jalan raya, yang dapat membahayakan diri sendiri dan pengendara yang lain.

"Keluarga juga sangat berperan untuk meningkatkan kesadaran berkendara, terlebih menggunakan knalpot racing", ujarnya.

Kata dia, Satlantas Polres Lotim mengamankan sebanyak 35 unit sepeda motor yang menggunakan knalpot racing, yang dikendarai oleh pengendara di bawah umur. Temuan itu diakui didapatkan dari dua lokasi operasi Zebra 2025 di kawasan Taman Tugu dan Taman Rinjani Selong.

Diharapkan penindakan ini dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat. Dan berharap pengendara tetap menyesuaikan kendaraannya dengan spesifikasi teknis yang berlaku.

“Kendaraan yang kami amankan baru bisa diambil setelah pemilik mengganti dengan knalpot standar,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa Operasi Zebra 2025 ini menitikberatkan pada upaya preventif. Untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.

"Polisi ingin meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas bukan karena takut pada petugas, melainkan karena tumbuhnya kesadaran akan keselamatan di jalan raya," katanya.

Selama Operasi Zebra 2025 berlangsung, pelanggaran yang masih dominan ialah tidak menggunakan helm, melanggar arus, dan pengendara di bawah umur dan puluhan telah diberikan teguran.

Kata dia sistem teguran ini hampir sama dengan tilang. Pengendara yang melanggar akan diberikan blangko teguran tanpa denda. Kemudian data pelanggar disimpan dalam data kepolisian untuk memantau pengulangan pelanggaran.

 “Kalau kita sudah berikan ditegur berkali-kali, Kemudian tetap diulangi, maka kita akan tilang, ”tutupnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#kenalpot brong #Lotim #razia zebra