Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Penyaluran MBG B3 di Sembalun Masih Terkendala Sarana dan Prasarana

Supardi/Bapak Qila • Minggu, 7 Desember 2025 | 05:42 WIB
DP3AKB Lotim bersama Kemendukbangga saya menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan telaah lapangan di Sembalun untuk mengoptimalkan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam menyukseskan MBG B3.
DP3AKB Lotim bersama Kemendukbangga saya menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan telaah lapangan di Sembalun untuk mengoptimalkan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam menyukseskan MBG B3.

Lombokpost- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur (Lotim) Hasni Santoso mengakui salah satu kendala dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus untuk Ibu hamil, Ibu Menyusui dan Balita (B3) di Lotim, khususnya di Kecamatan Sembalun masih terkendala sarapan dan prasarana.

"Kendala yang utama dalam pendistribusian MBG B3 di Sembalun ini ialah sarana dan prasarana, terutama keberadaan dapur itu sendiri dan sarana yang lain," terang Kepala DP3AKB Lotim Hasbi Santoso, seusai melakukan Focus Group Discussion (FGD) dan telaah lapangan di Kecamatan Sembalun untuk mengoptimalkan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam menyukseskan MBG B3, Jumat (4/12).

Kata dia, di Kecamatan Sembalun minimal ada tiga dapur yang dibutuhkan, namun saat ini dapur yang sudah beroperasi baru dua dapur. Untuk itu ia berharap keberadaan dapur MBG di Lotim bisa bertambah.

Ditegaskan, daerah terpencil tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak menambah dapur MBG di Kecamatan Sembalun. Sebagai daerah penghasil sayur-sayuran di Lotim, seharusnya kasus Stunting di Kecamatan Sembalun tidak ada.

"Agak aneh sih kedengarannya jika ada kasus Stunting di Sembalun ini," katanya.

Selain masalah sarana dan prasarana, faktor lain belum optimalnya MBG B3 di Kecamatan Sembalun ialah Standar Operasional (SOP) Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang masih kurang jelas, sehingga tugas dan tanggung jawab TPK belum rinci dan jelas.

Hasbi menyatakan bahwa data stunting di Lotim secara umum masih di atas rata-rata nasional. Untuk Sembalun sendiri, angka stunting saat ini berada di kisaran 3 ribu.

"Untuk itu kami mendorong Kecamatan Sembalun untuk memberikan arahan, SOP, serta tugas dan tanggung jawab yang lebih rinci dan jelas kepada TPK," katanya.

Selain itu, ia juga menyebut data sasaran stunting di Kecamatan diakui belum akurat. Untuk itu ia meminta pihak kecamatan untuk melakukan pendataan ulang untuk menghasilkan data sasaran yang lebih rinci, detail dan valid. Data ini akan sangat mempengaruhi jumlah kebutuhan dapur di Sembalun.

 "Siapa tahu Jumlah sasaran kita lebih banyak lagi, maka kita butuh lebih banyak dapur MBG," katanya.

Siti Fatonah, Penyuluh KB Ahli Utama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kunjungan ini adalah bagian dari telaah nasional untuk mengukur efektivitas TPK.

"Misi kami ke sini adalah sebetulnya untuk melakukan telaah terhadap peran para TPK, Tim Pendamping Keluarga, di dalam program makanan bergizi gratis 3B," katanya.

Ia menekankan bahwa program MBG bukan hanya soal penyaluran makanan, tetapi lebih pada edukasi para keluarga agar terjadi perubahan perilaku di dalam keluarga, di dalam pola penyediaan makanan bergizi di rumah masing-masing.

Kata dia, meski Sembalun merupakan daerah penghasil sayur-sayuran, namun ia menyoroti pentingnya pemenuhan protein hewani, sebab hal itu menurutnya sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak.

"Sembalun dikenal sebagai salah satu sentra penghasil bahan makanan bergizi. Jadi itulah tujuan kami ke Sembalun untuk mendalami hambatan dan mencari strategi terbaik dalam implementasi program MBG ini," katanya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Mbg #sembalun #Stunting