Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Baznas RI Lirik RSUD Lombok Timur Jadi Rumah Sehat, Siap Direvitalisasi Total

Supardi/Bapak Qila • Senin, 15 Desember 2025 | 17:05 WIB
Ketua Baznas RI Prof Noor Achmad saat melihat kondisi RSUD Lotim untuk menjadi Rumah Sehat Baznas
Ketua Baznas RI Prof Noor Achmad saat melihat kondisi RSUD Lotim untuk menjadi Rumah Sehat Baznas

Lombokpost - Ketua Badan Amil Zakat (Baznas) RI, Noor Achmad mengunjungi Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Lombok Timur (Lotim) Labuhan Haji. Kunjungan ini dalam rangka survei faktual rumah sakit tersebut untuk menjadi rumah sehat Baznas.

"Alhamdulillah tadi kita sudah keliling ke RSUD Lotim di Labuhan Haji, dari lantai 1-3 kita sudah cek kondisinya. Insyaallah rumah sakit itu cukup menjanjikan untuk menjadi Rumah Sehat Baznas," terang Ketua Baznas RI Noor Achmad, saat kunjungan kerja dalam rangka Survei Faktual program rumah sehat Baznas di Lombok Timur, Kamis (11/12).

Kata dia, RSUD Lotim yang memiliki 70 kamar, sangat potensial untuk menjadi rumah sehat Baznas. Bahkan RSUD Lotim juga memiliki potensi untuk dikembangkan lagi.

Bahkan setelah kunjungan tersebut, RSUD Lotim akan dipertimbangkan untuk menjadi Rumah Sehat Baznas. Setelah kunjungan ini, Pihaknya akan segera melakukan revitalisasi RSUD Lotim menjadi rumah sehat.

"Kita akan kelola rumah sakit itu, sebagaimana permintaan dari pak bupati, " katanya.

Setelah survei ini juga, Baznas akan melihat dan menghitung terlebih dahulu kebutuhan peralatan medis yang dibutuhkan di RSUD tersebut. Termasuk berapa peralatan dari RSUD Lotim yang bisa dibawa ke rumah sakit Masbagik yang baru.

Ia menegaskan, RSUD Lotim akan mendapat dukungan penuh dari Baznas pusat. Karena rumah sakit itu akan menjadi rumah sehat Baznas. Termasuk biaya operasional dan gaji pegawai nantinya akan diusahakan ditanggung oleh Baznas.

"Kita akan tanggung selama dua tahun operasionalnya, termasuk gaji pegawai, kita akan lihat berapa pegawai di sana (RSUD Lotim)," imbuhnya.

Diperkirakan untuk pengadaan peralatan kesehatan, akan menelan biaya sekitar Rp 26 Miliar. Sementara untuk tenaga yang akan mengisi rumah sehat, tetap akan menggunakan tenaga yang ada saat ini.

Di tempat yang sama, Bupati Lotim Haerul Warisin menyampaikan bahwa anggaran yang diajukan ke Baznas Lotim sebesar Rp 26 Miliar itu untuk biaya operasional per tahun yang akan digunakan untuk pembiayaan jasa pelayanan (Jaspel), Jasa medis dan gaji para pegawai.

"Yang Rp 26 Miliar itu di luar untuk pengadaan alat kesehatan (Alkes), kalau pengadaan alkes yang kita ajukan sebesar Rp 25 miliar. Jadi semua proposal sudah kita ajukan kepada beliau (Baznas). Kalau terlalu banyak, di mana akan digunakan anggarannya," katanya.

Diajukannya RSUD Lotim sebagai Rumah Sehat Baznas ini dikarenakan anggaran pembangunan rumah sakit tersebut sebelumnya menggunakan dana dari Bazda tahun 2013.

Dengan peralihan RSUD Lotim ini, diharap rumah sakit tersebut kembali kepada Baznas dan tidak terkontaminasi dengan uang APBD. Semua alat yang ada di rumah sakit itu akan dipindahkan ke RSUD Tipe D Masbagik.

"Nanti alat kesehatan yang baru akan diisi oleh Baznas. Keberadaan rumah sehat ini tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Lotim. Karena masih ada sekitar 12,32 persen masyarakat kita dalam kondisi miskin, “tutupnya.

Editor : Marthadi
#baznas RI #rumah sehat baznas #Baznas #RSUD Lotim #Revitalisasi rumah sakit