Lombokpost-Pemkab Lombok Timur (Lotim) menggelontorkan anggaran sebesar Rp 4 miliar untuk bantuan sembako di akhir 2025 ini. Bantuan ini akan disebar kepada 15.405 masyarakat kategori miskin ekstrem.
“Pak Bupati meminta supaya bantuan harus dalam bentuk paket sembako berisi beras, gula pasir, minyak goreng dan mie instan,” terang Sekda Lotim M Juaini Taofik, Rabu (17/12).
Bantuan sembako untuk warga miskin ekstrem diharapkan bisa menambah suplai bahan pokok pada akhir tahun. Ini juga untuk merespons kenaikan harga bahan pokok yang terjadi di setiap pergantian tahun.
Kata dia, setiap penyaluran bantuan sosial tetap mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ini untuk menghindari kecemburuan sosial di tengah masyarakat.
Data DTSEN telah digunakan Pemkab Lotim sejak akhir 2024 lalu untuk penyaluran bantuan sosial. Termasuk dalam program pembagian paket sembako kepada masyarakat miskin ekstrem beberapa waktu lalu.
“Masyarakat miskin kategori miskin ekstrem didominasi kelompok usia tidak produktif, seperti kakek-kakek dan nenek-nenek. Sehingga mereka menjadi prioritas utama penyaluran bantuan,” katanya.
Penyaluran bantuan pada akhir tahun ini bagian dari komitmen Pemkab Lotim dalam mendukung tiga agenda besar Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, yakni nol kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, dan pariwisata mendunia.
Sementara itu, salah seorang penerima bantuan Sahrun mengaku sangat terbantu dengan adanya program sembako tersebut. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemkab Lotim.
”Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” tutupnya.
Editor : Siti Aeny Maryam