Lombokpost-Uji coba pengembangan bawang putih di Kecamatan Sembalun oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) menunjukkan hasil memuaskan. Keberhasilan ini diklaim menjadi yang pertama dalam sejarah penanaman bawang putih di tanah Sembalun.
“Biasanya petani di Sembalun menanam bawang putih itu pada Maret-Juli. Tapi uji coba pengembangan bawang putih ini dilakukan di luar musim atau saat musim hujan dan hasilnya cukup bagus,” terang Ketua Kelompok Tani Pusuk Pujata Egi Prisma, Jumat (2/1).
Uji coba pengembangan benih bawang putih ini dilakukan di hampir semua provinsi di Indonesia. Namun, luas areal terbanyak berada di Kecamatan Sembalun dengan luas mencapai 20 hektare.
Program ini dilaksanakan demi mewujudkan swasembada bawang putih nasional. Kecamatan Sembalun pun diproyeksikan menjadi sentra pengembangan benih bawang putih nasional.
“Kami sudah coba panen di beberapa lahan dan hasilnya sangat bagus,” terang pria yang lebih akrab dipanggil Haji Egi ini.
Melihat hasil panen di beberapa lahan, dirinya optimistis hasil produksi pada uji coba ini akan setara dengan hasil produksi pada musim tanam normal.
Pada uji coba sebelumnya yang dilakukan pada musim tanam, produksi bawang putih melampaui target. Dari target 20 ton per hektare, realisasinya menembus angka 21 ton per hektare. Melihat pertumbuhan saat ini, hasilnya diyakini tidak akan jauh berbeda.
“InsyaAllah kami optimistis hasilnya bisa tembus 21 ton per hektare,” katanya.
Egi mengakui pada awal penanaman dirinya sempat ragu program ini akan berhasil. Mengingat sepanjang sejarah, masyarakat Sembalun tidak pernah menanam bawang putih saat musim hujan. Biasanya pada musim penghujan masyarakat menanam sayur-mayur.
Terlebih, kata dia, tanaman bawang putih sangat rentan terkena penyakit saat musim hujan. Namun dengan pendampingan tim BRMP, uji coba ini sukses dilakukan. Melihat keberhasilan ini, pengembangan benih dengan varietas baru tersebut akan dikembangkan lagi di lahan yang lebih luas. (par/r7)
Editor : Redaksi Lombok Post