Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jembatan Bailey Desa Perigi Lombok Timur Akhirnya Dibangun

Supardi/Bapak Qila • Senin, 5 Januari 2026 | 10:55 WIB
Personel TNI saat menurunkan material jembatan Bailey yang akan dipasang di jembatan Dusun Aik Beta, Desa Perigi Kecamatan Suela yang terputus akibat hujan lebat pada November 2025 lalu.
Personel TNI saat menurunkan material jembatan Bailey yang akan dipasang di jembatan Dusun Aik Beta, Desa Perigi Kecamatan Suela yang terputus akibat hujan lebat pada November 2025 lalu.

Lombokpost-Jembatan sementara Dusun Aik Beta, Desa Perigi, Lombok Timur (Lotim) akhirnya dibangun.

Pembangunan ini dilakukan setelah jembatan utama putus diterjang hujan lebat pada 19 November 2025.

Sejumlah material jembatan Bailey sudah diturunkan di lokasi.

”Alhamdulillah apa yang diharapkan warga dusun Aik Beta segera terwujud. Setelah jembatan utama putus diterjang hujan lebat pada November lalu,” terang Sekda Lotim M Juaini Taofik saat memantau penurunan material jembatan, Minggu (4/1).

Juaini menjelaskan, sejak jembatan tersebut putus, Pemkab Lotim mempertimbangkan banyak opsi untuk membantu akses warga Aik Beta. Terutama bagi warga di dua RT yang terisolasi.

Berkat koordinasi antara Pemkab Lotim, Pemprov NTB, dan TNI, jembatan Bailey akhirnya diberikan Pangdam IX Udayana.

Jembatan ini dipasang di Desa Perigi guna memperlancar aktivitas masyarakat.

“Jembatan ini memiliki kekuatan 25-30 ton. Dan hari ini akan langsung dipasang,” terang Sekda Lotim.

Meski bersifat sementara, kekuatan jembatan ini diklaim tidak jauh berbeda dengan jembatan permanen.

Konstruksinya dipastikan aman untuk dilalui dump truk pengangkut material tambang.

Kendati demikian, masyarakat diminta tetap mengedepankan kehati-hatian. Terutama bagi kendaraan dengan muatan yang cukup tinggi.

Sementara itu, Kalak BPBD NTB Ahmadi menyampaikan, jembatan Bailey ini akan digunakan selama 18 bulan.

Setelah masa kontrak selesai, jembatan akan dikembalikan kepada Pangdam IX Udayana.

“Saya rasa dengan waktu 18 bulan itu, Pemkab Lotim bisa membuat jembatan permanen nantinya,” terang Ahmadi.

Pemasangan jembatan ditargetkan rampung dalam waktu 10 hari.

Setelah itu, akses jalan sudah bisa dilalui kendaraan, termasuk dump truk pengangkut material galian C.

Jembatan sepanjang 42 meter ini mampu menahan beban hingga 30 ton.

Spesifikasinya diklaim melebihi harapan sebelumnya sehingga dipastikan sangat kokoh.

Kepala Wilayah Aik Beta Ahmad Maysir berterima kasih atas pembangunan jembatan tersebut.

Sejak akses utama putus, aktivitas masyarakat terganggu sehingga terpaksa membuat jembatan darurat dari bambu.

“Kami harap penanganan jembatan ini tidak selesai sampai di sini. Kami harap nanti bisa dibangunkan jembatan permanen. Karena ini jalan lintas Kecamatan,” katanya.

Sebelumnya, warga juga sempat membangun jembatan di tengah sungai, namun tidak bisa dilalui kendaraan.

Hal ini berdampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat.

“Kemarin aktivitas masyarakat sangat terganggu terutama pendidikan dan kesehatan. Bahkan ada yang melahirkan di sini, sebelum dibangun jembatannya,” pungkasnya. 

Editor : Kimda Farida
#jembatan bailey #jembatan putus #Lotim #Perigi