LombokPost - Pemkab Lotim menyiapkan hadiah umrah bagi dua pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lotim. Penghargaan ini diberikan atas prestasi menggenjot capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 yang dinilai sebagai capaian terbaik sepanjang sejarah.
"Saya sangat mengapresiasi mereka (Bapenda), telah bekerja dengan baik dan bekerja dengan semangat. Saya bangga dengan mereka," terang Bupati Lotim Haerul Warisin, Selasa (13/1).
Bupati mengungkapkan, realisasi PAD Lotim tahun 2025 menembus angka 99,45 persen. Capaian ini merupakan yang tertinggi yang pernah diraih. Sebelumnya, ia sempat menjanjikan penghargaan bagi pegawai yang berkinerja luar biasa dalam meningkatkan pendapatan daerah.
Baca Juga: Mutasi Pejabat, Mantan Dirut RSUD Provinsi NTB Ditugaskan Gubernur Dongkrak PAD lewat Bapenda
Berdasarkan penilaian internal oleh Kepala, Sekretaris, dan jajaran pegawai Bapenda, terpilih dua sosok yang dinilai paling layak. Pemkab pun merealisasikan janji tersebut sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi mereka.
"Hadiah ini sebagai penghargaan atas kerja keras mereka, dan sebagai tanda bahwa mereka sudah bekerja dengan baik," ujarnya.
Ia menambahkan, tren positif PAD mulai terlihat signifikan sejak Maret 2025. Namun, ia meminta Bapenda tidak kendur dan tetap mengejar sisa target pada Januari-Februari ini agar bisa mencapai angka 100 persen.
Meski mencetak rekor, Bupati menilai capaian tersebut belum sepenuhnya memuaskan sebelum melampaui target 100 persen. Hal ini karena masih banyak potensi wajib pajak yang belum tergarap maksimal.
"Masih banyak wajib pajak yang mereka belum kunjungi, seperti restoran, penginapan dan lainnya, itu belum maksimal mereka tarik. Tapi kita tetap mengapresiasi kinerja mereka," katanya.
Ia menekankan, seluruh wajib pajak yang belum menunaikan kewajiban segera ditagih tahun ini. Petugas diminta tetap mengedepankan cara-cara harmonis dan persuasif. Masyarakat perlu diberikan pemahaman, pajak yang dibayarkan akan kembali dalam bentuk pembangunan jalan, sekolah, hingga fasilitas umum lainnya.
"Ini kadang-kadang yang masyarakat belum tahu, sehingga tidak mau bayar pajak. Inilah gunanya petugas untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat," tutupnya.
Senada dengan Bupati, Sekda Lotim M Juaini Taofik menyampaikan, realisasi PAD 2025 adalah yang terbaik dalam satu dekade terakhir. Berdasarkan Sistem Evaluasi dan Monitoring Pendapatan Asli Daerah Lotim (SEMPAD), angka 99,45 persen tersebut bertahan hingga menjelang pergantian tahun.
"Di sepuluh tahun terakhir ini, capaian di tahun 2025 menjadi capaian terbaik kita, hampir 100 persen dari target," terang Sekda Lotim M Juaini Taofik.
Data menunjukkan target PAD Lotim tahun 2025 sebesar Rp 556,548 miliar dengan realisasi Rp 553,510 miliar atau 99,45 persen. Angka ini meningkat drastis dibandingkan tahun 2024 yang mana target Rp 605,868 miliar hanya terealisasi Rp 486,482 miliar atau sekitar 80,30 persen.
"Penyumbang PAD terbesar Lotim pada tahun 2025 ialah dari sektor pajak daerah yang dikoordinasikan oleh Bapenda, terutama pajak PBB-P2," terang Juaini. (par/r7)
Editor : Prihadi Zoldic