Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Geliat Dusun Bangket Daya sebagai Sentra Gasing yang Menembus Pasar Sumbawa

Supardi/Bapak Qila • Selasa, 20 Januari 2026 | 19:15 WIB
Mahsun salah seorang perajin permainan tradisional gasing menghaluskan gasing yang sudah dibuat di pande besi miliknya
Mahsun salah seorang perajin permainan tradisional gasing menghaluskan gasing yang sudah dibuat di pande besi miliknya

Lombokpost - Di tangan Mahsun, warga Dusun Bangket Daya, Desa Kumbang Kecamatan Masbagik, gasing bukan hanya sebatas permainan tradisional, namun menjadi mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Suara mesin gerinda yang beradu dengan besi tua terdengar dari berbagai sudut perkampungan. Bisingnya suara itu seakan menjadi musik penyemangat kerja. Di sepanjang jalan, warga sibuk bergelut dengan besi berbagai ukuran, mulai dari sebesar jari hingga seukuran genggaman tangan.

Dusun Bangket Daya, Desa Kumbang, Kecamatan Masbagik merupakan salah satu sentra pandai besi di Lombok Timur. Dusun ini menjadi pusat servis traktor sekaligus pembuatan gasing besi. Salah satu perajin gasing di sana adalah Mahsun, 54 tahun.

Mahsun menceritakan, profesi sebagai perajin gasing sudah puluhan tahun ia geluti. Bahkan sejak berumur 17 tahun, ia sudah lihai menempa besi menjadi gasing. Keahlian tersebut ia warisi dari sang kakak.

"Awalnya saya bantu-bantu dia untuk buat gasing kayu. Lama-lama saya bisa buat gasing (besi)," terang Mahsun kepada Lombok Post, Senin (19/1).

Setelah beberapa tahun bekerja di pandai besi milik saudaranya dan memiliki keahlian mumpuni, Mahsun memutuskan mendirikan usaha sendiri. Sejak saat itulah, ia menekuni pekerjaan tersebut sebagai mata pencaharian utama.

Ia menyebutkan, rata-rata masyarakat di Dusun Bangket Daya bekerja sebagai perajin gasing besi dan tukang servis traktor. Mulai dari memperbaiki roda traktor yang rusak, hingga menyambung singkal atau bajak traktor yang patah.

"Lebih sering itu membuat gasing. Kalau servis traktor itu musiman, saat musim tanam saja, kalau gasing hampir setiap hari," katanya.

Menjadi perajin gasing diakui sudah turun-temurun di Dusun Bangket Daya. Sejak zaman dahulu, para orang tua di dusun tersebut sudah banyak membuat gasing, terutama gasing kayu polos. Namun, saat itu gasing hanya dibuat untuk permainan sederhana.

Seiring berjalannya waktu, gasing besi mulai diminati dan dimainkan di berbagai wilayah di Lombok. Hal ini membuat peminat gasing semakin banyak dan pesanan terus berdatangan.

Menurut Mahsun, pemesan gasing besi tidak hanya datang dari Lombok Timur. Pesanan mengalir dari berbagai daerah di Pulau Lombok, mulai dari Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Mataram, bahkan menjangkau Pulau Sumbawa.

Pembuatan gasing besi membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan gasing kayu. Dalam sehari, Mahsun hanya mampu menyelesaikan satu gasing besi berukuran 23-25 centimeter (cm). Gasing ukuran ini biasanya digunakan pemain dewasa karena beratnya mencapai lebih dari 1 kilogram.

"Kalau gasing dengan ukuran lebih kecil 12-14 cm bisa setengah hari, gasing ini biasa digunakan anak-anak kecil karena beratnya kurang satu kilogram," Katanya.

Satu pemain gasing biasanya memiliki dua buah gasing saat mengikuti turnamen. Keduanya disebut gasing bawah dan gasing atas. Gasing atas khusus digunakan untuk memukul, sedangkan gasing bawah untuk dipukul.

Penyelenggaraan turnamen begasingan di Pulau Lombok diakui sangat aktif. Hampir setiap bulan terdapat pihak yang menggelar turnamen, sehingga berdampak positif terhadap jumlah pesanan gasing.

"Peminat gasing sangat banyak, mungkin satu-satunya permainan tradisional yang tepat eksis dan tidak bisa tergerus zaman. Bahkan setiap minggu ada saja yang pesan gasing," katanya.

Editor : Pujo Nugroho
#Pande Besi #permainan tradisional #pengrajin gasing #gasing #Lotim