Lombokpost - Banjir yang terjadi di Dusun Kaliantan, Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, akibat meluapnya bendungan bedah sejak 26 Januari 2026 lalu, hingga saat ini masih merendam rumah warga, tempat ibadah, hingga lahan pertanian.
"Rumah warga banyak yang tergenang. Beberapa orang masih bertahan di rumah, sebagian memilih mengungsi karena air masuk ke dalam rumah. Termasuk rumah kami sudah tergenag makanya kami mengungsi," terang Ilang, warga Dusun Kaliantan, Senin (2/2).
Kata dia, bahkan banjir dengan ketinggian lutut orang dewasa itu semakin meluas dan merendam rumah warga. Termasuk lahan pertanian warga sudah satu bulan terendam banjir.
Baca Juga: Banjir Rob dan Gelombang Tinggi Kembali Mengintai, Ratusan Warga Pesisir Ampenan Terancam!
Dikhawatirkan, banjir yang tidak kunjung surut itu akan membuat aktivitas warga lumpuh total, terutama aktivitas prekonomian warga. Termasuk timbulnya berbagai penyakit, seperti demam berdarah, diare dan lainnya.
"Banyak sampah, kotoran hewan dan lainnya terbawa banjir. Kami khawatir jika kondisi terus terjadi maka kami akan terkena penyakit, terutama anak-anak bisa kena penyakit kulit," katanya.
Warga lainnya, Samsul Hadi menambahkan akibat banjir tersebut membuat anak-anak di Dusun Kaliantan tidak bisa sekolah, lantaran jalan yang dilalui juga terdampak. Pun di sekolah mereka juga terdampak banjir.
Baca Juga: Pemerintah Bergerak Cepat, Pengerukan Sungai Cegah Banjir Susulan
“Anak-anak sudah lama tidak masuk sekolah, jalan yang dilalui tergenang air. Dan di sekolah mereka juga terdampak," katanya.
Samsul menyebut banjir ini dikarenakan hujan dengan intensitas hujan yang cukup tinggi belakangan ini, sehingga mengakibatkan air bendungan meluap. Mengingat bendungan itu tidak memiliki saluran pembuangan.
Ia berharap Pemkab Lotim, segera menangani persoalan tersebut. Dengan membuat saluran pembuangan bendungan agar air bisa surut dari rumah waraga. Dikawatirkan jika tidak segera ditangani maka dampak banjir akan semakin besar.
Editor : Marthadi