Lombokpost - Ratusan karya siswa SMKN 1 Sikur dipamerkan dalam kegiatan Expo One Student One Product (OSOP) yang digelar di Taman Rinjani Selong. Kegiatan ini menjadi ajang pembuktian bahwa siswa SMK mampu menghasilkan produk mandiri yang siap bersaing di pasar.
Areal Taman Rinjani Selong pagi itu dipadati ribuan orang. Kawasan Car Free Day (CFD) yang biasanya diisi senam, lari pagi, dan kulineran, kali ini menghadirkan pemandangan baru yang menyedot perhatian pengunjung.
Deretan stan produk kreatif karya siswa SMKN 1 Sikur memenuhi area taman. Melalui kegiatan Expo One Student One Product (OSOP), para siswa memamerkan hasil kreativitas mereka, membuat Taman Rinjani kian ramai dan semarak.
Kepala SMKN 1 Sikur Hasbi Ahmad mengatakan, Expo OSOP telah dicanangkan sejak dua tahun lalu dan menjadi bagian dari program unggulan sekolah. Program ini bahkan menjadi salah satu syarat bagi siswa kelas XII untuk mengikuti Uji Kompetensi Kejuruan (UKK).
“Kegiatan Expo OSOP ini diikuti seluruh siswa kelas XII,” beber Hasbi seusai acara.
Tidak hanya pameran produk, kegiatan tersebut juga diramaikan dengan fashion show busana batik karya siswa jurusan tata busana. Penampilan ini menjadi hiburan tersendiri bagi pengunjung CFD yang memadati Taman Rinjani.
Busana yang ditampilkan merupakan perpaduan batik kekinian dengan sentuhan khas lokal, kemudian diolah menjadi karya modern yang memiliki nilai jual tinggi.
“Lebih dari 400 produk yang dipamerkan. Produk ini berasal dari seluruh jurusan dan lahir dari ide serta gagasan siswa sendiri, mulai dari tahap perencanaan hingga menjadi produk siap jual,” bebernya.
Dalam kegiatan itu, kolaborasi lintas jurusan juga ditampilkan. Siswa jurusan tata busana bekerja sama dengan jurusan kecantikan dalam konsep fashion street yang menampilkan karya siswa dengan kualitas nasional.
Hasbi menyebut, karya busana yang ditampilkan dalam fashion show tersebut telah digunakan di berbagai kegiatan, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Pemilihan Taman Rinjani Selong sebagai lokasi acara juga bertepatan dengan CFD, sehingga siswa dapat berhadapan langsung dengan pasar dan konsumen.
Lebih dari sekadar pameran, kegiatan ini menjadi upaya membentuk karakter wirausaha siswa sejak dini. Bekal tersebut diharapkan mampu mempersiapkan mereka menghadapi dunia industrI saat usia produktif.
“Kita ingin mengajarkan siswa-siswi untuk berwirausaha, mereka bisa mandiri, produktif dan ke depannya bisa menghidupi diri serta keluarganya. Kita harapkan mereka menjadi penggerak ekonomi di masyarakat,” harapnya.
Melalui Expo OSOP, SMKN 1 Sikur berharap dapat menumbuhkan kepercayaan diri siswa, menanamkan mental wirausaha, serta membuktikan bahwa sekolah kejuruan mampu sejajar dengan dunia industri dan menjadi penggerak ekonomi masa depan.
“SMK selama ini mungkin tidak mampu bersaing dengan pasar hari ini. Tapi kami buktikan kami sejajar dengan industri yang lain, dan kami menanamkan karakter mental siswa bahwa mereka bisa bersaing di masyarakat dan memasarkan produknya di masyarakat supaya mereka memilik kepercayaan diri,” tutupnya.
Editor : Marthadi