Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Selidiki Dugaan Perundungan Murid SD di Pringgabaya

Supardi/Bapak Qila • Jumat, 6 Februari 2026 | 19:44 WIB
Dikbud Lotim bersama sejumlah pihak saat kordinasi terkait dugaan bullying di salah satu SD di Pringgabaya
Dikbud Lotim bersama sejumlah pihak saat kordinasi terkait dugaan bullying di salah satu SD di Pringgabaya

LombokPost -vBalai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTB bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur (Lotim) melakukan koordinasi dengan pihak sekolah untuk mendalami dugaan perundungan yang menimpa murid kelas I SD di Kecamatan Pringgabaya. Peristiwa tersebut mengakibatkan korban mengalami memar hingga kaki kiri retak.

 “Kami mendapat informasi langsung dari direktorat di Kementerian Pendidikan, terdapat dugaan perundungan yang dialami seorang murid di Lotim, makanya kami langsung tindak lanjuti hari ini,” terang Wali Wilayah Lotim BPMP NTB Selamet Riyadi.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan, penyebab pasti cedera yang dialami belum dapat disimpulkan. Teman korban yang diduga melakukan perundungan mengaku tidak pernah melakukan perbuatan tersebut. 

“Berdasarkan informasi awal yang kami himpun, terdapat beberapa versi kronologi kejadian. Salah satu kesaksian dari teman korban menyebutkan korban diduga terjatuh dari atas meja,” katanya.

Ia menegaskan, seluruh informasi yang diperoleh masih perlu dikroscek lebih lanjut. Karena itu, pihaknya memanggil pihak sekolah, UPTD, pihak korban, untuk mendapatkan gambaran kejadian yang objektif.

 Sementara itu, ayah korban, Supriadi menyampaikan, awalnya ia mengira anaknya hanya sakit biasa disertai demam tinggi dan kesulitan berjalan.

“Tapi setelah satu hari tidak bisa jalan, saya tanyakan kenapa kakinya sampai begitu,” beber Supriadi.

Dari pengakuan anaknya, korban mengaku mengalami kekerasan di sekolah. Ia menyebut kakinya diinjak teman sekolahnya hingga mengalami pembengkakan. Keluarga juga menemukan sejumlah memar di bagian kaki dan tubuh korban.

 Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Rabu (28/1). Sehari setelah kejadian, korban sempat dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun dokter setempat merekomendasikan rujukan ke RSUD dr R Soedjono Selong untuk penanganan lebih lanjut.

“Dia sudah tiga hari di rawat di RSUD Soedjono. Kami masih menunggu hasil rontgen, apakah perlu operasi atau tidak,” paparnya.

 Sementara itu, Kepala Sekolah Zaenul menyampaikan, pada Rabu yang diduga sebagai hari kejadian, korban bersama teman-temannya dan wali kelas mengikuti kegiatan gotong royong membersihkan kelas karena bau kotoran tikus.

“Sampai pulang tidak ada laporan pemukulan atau kejadian,” terangnya.

 Ia mengaku informasi tersebut baru diketahui beberapa hari kemudian, setelah ada laporan seorang murid sakit dan mengaku ditendang temannya. Saat dirawat di klinik, korban kerap menyebut nama salah satu temannya berinisial MA.

Baca Juga: Anti Bullying Movement Smanti Berikan Cinta Cegah Perundungan 

Setelah itu, ia mendatangi klinik untuk menjenguk korban dan membawa murid yang sering disebut tersebut bersama orang tua MA. Namun MA mengaku tidak pernah melakukan pemukulan. 

“Ada saksi teman di kelasnya juga yang melihat bahwa korban ini naik ke bangku lalu terjatuh,” bebernya. (par/r7)

Editor : Prihadi Zoldic
#Perundungan #anak sd #Bullying anak SD #Lotim #Dikbud